Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menunggu Perkawinan Rasi-Slamet, IPB Aplikasikan Teknologi Pelestarian Spesies Langka

Selain perkawinan, ada teknologi untuk mencegah spesies-spesies langka terancam dari kepunahan. Apakah itu?

Jumat, 15 April 2022
A A
Ilustrasi macan tutul. Foto R_Francoeur/pixabay.com.

Ilustrasi macan tutul. Foto R_Francoeur/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pergerakan Rasi, macan tutul betina yang dilepasliarkan pada 5 Maret 2022 lalu semakin meluas dan mendalam di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Selama 32 hari pasca lepas liar, Tim Macan Tutul (Matul) secara rutin memantau pergerakannya karena Rasi memasuki habitat baru yang pastinya memerlukan adaptasi ekstra.

“Kami berharap di Ramadhan ini, Rasi bertemu dengan Slamet Ramadan dan segera melakukan perkawinan agar spesies kunci ini terus berkembang populasinya sebagai top predator, penyeimbang dalam kehidupan ekosistem di kawasan hutan TN Gunung Ciremai,” harap Kepala Balai TNGC Teguh Setiawan.

Teguh mengungkapkan, berdasarkan sinyal dari GPS Colar yang dipasang di leher Rasi, pada minggu pertama dan kedua, pergerakan Rasi masih seputaran kandang habituasi.

Baca Juga: Berulang Terjadi Konflik Harimau Sumatra dengan Warga di Langkat

“Ini naluri dan insting sang predator yang masih terbiasa dengan kandang habituasi yang sempat dihuni selama 30 hari,” kata Teguh.

Perkembangannya, berdasarkan pemantauan sebulan kemudian atau 5 April 2022, Rasi sudah memasuki zona rimba dengan ekosistem hutan alam. Kabar baik ini sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat, bahwa pergerakan Rasi cenderung ke arah pemukiman warga. Teguh menjelaskan, satwa liar secara naluri pasti akan memilih untuk menjauhi manusia dan mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan beberapa literatur, daerah jelajah macan tutul Jawa mencapai 10-15 kilometer, tergantung dari jumlah individu yang ada. Semakin banyak individu macan tutul Jawa yang menghuni hamparan kawasan hutan, daerah jelajahnya akan semakin kecil. Macan tutul Jawa merupakan jenis satwa soliter yang tidak membentuk suatu kelompok seperti halnya jenis mamalia lain yaitu primata.

Baca Juga: Letusan Gunung Ibu Setinggi 800 Meter

Selain perkawinan, ada upaya lain untuk mencegah spesies-spesies langka terancam dari kepunahan. Apakah itu?

Pendekatan teknologi dapat menjawab berbagai persoalan kelangkaan spesies satwa. Teknologi dapat melindungi dan mengamankan plasma nutfah atau material genetik satwa liar yang berstatus terancam kritis dari kepunahan. Plasma nutfah atau sumberdaya genetik adalah bahan dari tumbuhan, satwa, dan atau jasad renik yang mempunyai fungsi dan kemampuan mewariskan sifat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IKNIPB UniversityKLHKmacan tutul Jawaplasma nuffahsatwa liar yang dilindungiSatwa Terancam PunahTaman Nasional Gunung Ciremai

Editor

Next Post
Letusan Gunung Anak Krakatau pada Jumat, 15 April 2022, pukul 03.27 WIB. Foto magma.esdm.go.id

Hari Ini, 3 Kali Gunung Anak Krakatau Erupsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media