Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menyusuri Jejak Rafflesia di Kawasan Bandealit Jawa Timur

Rafflesia zollingeriana salah satu spesies bunga yang pernah dianggap punah, namun berhasil ditemukan kembali di TN Meru Betiri.

Minggu, 17 Agustus 2025
A A
Ekspedisi UKM Wanala Unair ke kawasan Bandealit, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Juli 2025 lalu, Foto Dok. UKM Wanala.

Ekspedisi UKM Wanala Unair ke kawasan Bandealit, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Juli 2025 lalu, Foto Dok. UKM Wanala.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan Bandealit di Taman Nasional Meru Betiri yang berada di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur adalah wilayah yang masih terjaga kelestariannya. Di sana tersimpan berbagai keanekaragaman hayati yang patut untuk di jaga. Termasuk spesies langka yang relatif mudah ditemui, seperti Rafflesia zollingeriana salah satu spesies bunga yang pernah dianggap punah namun berhasil ditemukan kembali di TN Meru Betiri.

Taman Nasional Meru Betiri adalah salah satu taman nasional yang merupakan cagar alam dan tempat konservasi. Terletak di pesisir selatan Jawa Timur, kawasan ini berlokasi pada koordinat 8°21’ – 8°34’ LS dan 113°37’ – 113°58’ BT, mencakup area sekitar 580km², dengan sebagian kecil-sekitar 8,45km² berupa perairan laut.

Wilayahnya membentang di dua kabupaten, yaitu Jember dan Banyuwangi. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM Wanala) Universitas Airlangga (Unair) kembali melakukan ekspedisi Bhakti Jiva di sana sejak 19-23 Juli 2025. Mereka ingin mendokumentasikan serta mempublikasikan keanekaragaman hayati di sana, juga untuk mengetahui upaya dalam menjaga spesies langka.

Baca juga: Kritik Masyarakat Sipil atas Pidato Kenegaraan 2025, Pembangunan Kian Ekstraktif dan Militeristik

Perjalanan dimulai dari Jember, masuk melalui gerbang Andongrejo lewat jalur hutan dan perkebunan karet menuju kawasan Bandealit.

Taman Nasional Meru Betiri sebagai kawasan konservasi, memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Ekosistem di sana bertipe ekosistem hutan pantai, hutan payau, hutan hujan dataran rendah, hutan rawa dan ekosistem Rheofit yang mendukung pengembangan riset, pendidikan, serta kegiatan penunjang budidaya dan pariwisata.

Data yang mereka temukan, bahwa berbagai spesies endemik dan dilindungi seperti burung dan satwa ditemukan di sana. seperti Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Trenggiling (Manis javanica), Lutung (Trachypithecus auratus), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan Kubung sunda (Galeopterus variegatus).

Baca juga: XR Bunga Terung, 80 Tahun Indonesia Merdeka Terapkan Solusi Palsu Transisi Energi

Dua jam perjalanan menuju resort Bandealit masuk melalui pintu gerbang Andongrejo yang bertempat di Desa Andongrejo, mereka merasakan suasana yang berbeda. Jalan sudah tidak lagi penuh keramaian.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kawasan BandealitRafflesia zollingerianaTaman Nasional Meru BetiriUKM Wanala Unair

Editor

Next Post
Ilustrasi lubang bekas tambang. Foto ELG21/pixabay.com.

Jatam Desak Presiden Membuka Daftar Pemain Besar Tambang Ilegal

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media