Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

XR Bunga Terung, 80 Tahun Indonesia Merdeka Terapkan Solusi Palsu Transisi Energi

Minggu, 17 Agustus 2025
A A
Komunitas XR Bunga Terung Kalimaantan Timur memasang spanduk seruan "Merdeka dari Krisis Iklim", 17 Agustus 2025. Foto XR Bunga Terung.

Komunitas XR Bunga Terung Kalimaantan Timur memasang spanduk seruan "Merdeka dari Krisis Iklim", 17 Agustus 2025. Foto XR Bunga Terung.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Memasuki usia lanjut, 80 Tahun Indonesia Merdeka, negeri ini dihadapkan kembali dengan masalah pemanasan global atau krisis iklim. Dalam Persetujuan Paris (Paris Agreement) tahun 2015, sebanyak 197 negara (termasuk Indonesia) menyepakati untuk menjaga kenaikan temparetur rata-rata global tidak melebihi 1,5C. Namun justru tahun 2024,  beberapa peneliti mencatat suhu global melebihi 1,5C dari batas aman yang ditetapkan pada Perjanjian Paris.

Tentu kenaikan suhu Bumi ini menjadi alarm bagi Indonesia untuk menurunkan gas Emisi Rumah Kaca (ERK). Tertuang dalam NDC (Nationally Determinde Contribution), bahwa Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 sebanyak 31,89 persen melalui upaya sendiri dan 43 persen dengan bantuan internasional.

Dorongan untuk penggunaan EBT (Energi Baru dan Terbaharukan) sebesar 23 persen juga digaungkan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Kenyataannya, akhir tahun 2024, Indonesia baru mencapai 14 persen untuk bauran EBT.

Baca juga: Catatan Satya Bumi, Pidato Kenegaraan Prabowo Abaikan Penyelamatan Lingkungan Hidup

“Jauhnya angka riil dengan target yang ada menandakan Indonesia masih bergantung dengan energi lama atau energi ekstraktif. Ini memperkuat dengan apa yang terjadi di Kalimantan Timur,” kata Yuni, juru bicara XR Bunga Terung Kalimantan Timur, sebuaah kolektif anak muda yang melawan penghancuran lingkungan dan perubahan iklim, dalam siaran tertulis, Minggu, 17 Agustus 2025.

Berdasarkan data dari Auriga Nusantara, Deforestasi Indonesia pada 2024 teridentifikasi seluas 261.575 hektare. Kalimantan Timur menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan luas deforestasi tertinggi di Indonesia.

Selain itu, berbagai upaya penggunaan EBT seperti PLTS yang diterapkan di Kalimantan Timur kenyataannya justru tidak berjalan dengan lancar. Bahkan masih bergantung dengan PLTU, seperti  Masjid Babburahman, Taman Para’an dan lain sebagainya.

Baca juga: Warga Bobo di Halmahera Selatan Menolak Ekspansi Penambangan Nikel

Penggunaan panel surya juga memperpanjang nafas ekstraktivisme di Kalimantan Timur. Sebab bahan dasarnya berasal dari tambang pasir silika, sehingga membuat solusi EBT menjadi solusi palsu transisi energi.

Hal ini sama saja memberikan kesempatan bagi para perusahaan pertambangan untuk menambang sumber daya alam (SDA) yang satu ke SDA yang lain.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 80 Tahun Indonesia MerdekaKalimantan TimurKrisis Iklimsolusi palsu transisi energiXR Bunga Terung

Editor

Next Post
Acara Respons Masyarakat Sipil atas Pidato Kenegaraan pada HUT RI-80: Bersatu, Berdaulat, Rakyat (Oligarki) Sejahtera, Indonesia Maju di Kantor Celios, Jakarta Pusat, 16 Agustus 2025. Foto Youtube YLBHI.

Kritik Masyarakat Sipil atas Pidato Kenegaraan 2025, Pembangunan Kian Ekstraktif dan Militeristik

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media