Rabu, 7 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mirzam Abdurrachman, Erupsi Gunung Ruang Pernah Picu Tsunami Tahun 1871

Tsunami merupakan salah satu potensi bahaya erupsi gunung api yang berada di tengah laut.

Selasa, 23 April 2024
A A
Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara yang mulai erupsi tahun ini pada 16 April 2024 mulai menurun. Bahkan statusnya telah diturunkan kembali menjadi Siaga per 22 April 2024 oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rekomendasi potensi tsunami juga telah dicabut pada 21 April 2024.

Meski demikian, kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Ruang beberapa hari sebelumnya menjadi sejumlah catatan. Mengingat Gunung Ruang menjadi salah satu dari beberapa gunung api yang mengalami erupsi bersamaan dalam kurun waktu yang berdekatan. Sebut saja Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Marapi di Sumatra Barat serta Gunung Lewatolo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ahli Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Mirzam Abdurrachman mengingatkan perlu diketahui juga, bahwa di Indonesia terdapat empat kelompok busur vulkanik. Kelompok tersebut merupakan rantai gunung api yang terbentuk di atas lempeng dan mempunyai posisi seperti bentuk busur ketika dilihat dari atas.

Baca Juga: Hari Bumi 2024, Walhi Papua Serukan Bahaya Kerusakan Alam Papua

Empat kelompok busur itu meliputi busur Sunda, busur Banda, Busur Halmahera, dan busur Sangihe-Selebes. Gunung Ruang merupakan bagian dari Busur Sangihe-Selebes dan berada di ujung Sulawesi Utara yang mengarah ke Filipina.

“Namun ternyata, dalam waktu yang berdekatan, ada berbagai gunung api lainnya yang juga mengalami erupsi,” kata Mirzam dalam keterangan resminya, Jumat, 19 April 2024 lalu.

Beberapa gunung api yang aktif secara bersamaan bisa disebabkan dua hal. Jika berada di dalam busur yang sama seperti Gunung Merapi, Gunung Semeru dan Gunung Marapi, maka busur gunung api ini bertindak seperti “event organizer” karena lempeng yang berinteraksinya sama. Sementara itu jika berada pada busur yang berbeda seperti Gunung Lewatolo dan Gunung Ruang disebabkan karena kedua gunung api tersebut mempunyai waktu interval letusan yang hampir bersamaan.

Baca Juga: Siti Rokhmawati, Bumi Sudah Sangat Tua Perlu Gerakan Jaga Bumi

“Gunung-gunung api itu dapat meletus karena keseimbangan dapur magmanya terganggu,” kata Mirzam.

Ada tiga proses yang menyebabkan gangguan tersebut, yaitu di dalam dapur magma seperti injeksi magma yang baru, di dalam dapur magma seperti pemisahan gas dan padatan dari larutan yang menambah tekanan di dalam dapur magma, serta proses di atas dapur magma seperti longsornya tubuh gunung api, hujan deras, pasang Purnama dan taifun.

Potensi Bahaya Erupsi di Tengah Laut

Mirzam menyebut Gunung Ruang sebenarnya adalah gunung api strato yang umum di Indonesia. Letusannya berupa perselingan antara aliran lava dan letusan eksplosif. Yang membedakannya dengan gunung api lain adalah letaknya yang berada di tengah laut.

Baca Juga: Status Gunung Ruang Turun Menjadi Siaga, Tetap Waspada

Mengingat lokasinya yang berada di tengah laut, ia menyebut ada beberapa potensi bahaya dari erupsi Gunung Ruang. Pertama, potensi tsunami.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ahli Vulkanologi ITBbusur gunung apierupsi Gunung Ruanggunung api stratoMirzam Abdurrachmantsunami vulkanik

Editor

Next Post
Wapres Ma'ruf Amin buka Rakornas PB 2024 di Bandung, 24 April 2024. Foto Dok. BNPB.

Wapres Dorong Penanggulangan Bencana Lewat Kecerdasan Buatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.idIndustri Pariwisata Potensial Merusak 34 Hektare Lebih Ekosistem Karst Gunungsewu
    In News
    Senin, 5 Januari 2026
  • Peta distribusi bantuan bencana berbasis data spasial. Foto Dok. UGM.Peran Teknologi Data Spasial dan Geospasial dalam Mitigasi Bencana
    In IPTEK
    Minggu, 4 Januari 2026
  • Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana
    In Rehat
    Minggu, 4 Januari 2026
  • Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes
    In Lingkungan
    Sabtu, 3 Januari 2026
  • Ilustrasi gas karbon monoksida akibat kebakaran gedung. Foto Jenniferbeebeart/pixabay.com.Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida
    In Rehat
    Sabtu, 3 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media