Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mirzam Abdurrachman, Erupsi Gunung Ruang Pernah Picu Tsunami Tahun 1871

Tsunami merupakan salah satu potensi bahaya erupsi gunung api yang berada di tengah laut.

Selasa, 23 April 2024
A A
Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Share on FacebookShare on Twitter

Dia menjelaskan letusan Gunung Ruang dapat memicu tsunami apabila material longsor masuk ke laut atau apabila lereng gunung api runtuh. Kemudian Gunung Ruang pun dapat mengeluarkan aliran lava serta piroklastik yang panas dan dapat berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya.

“Selain itu, abu vulkanik yang dihasilkan juga dapat menganggu kesehatan pernapasan serta merusak ekosistem sekitarnya,” papar dia.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang Masa ke Masa dari Normal Jadi Awas

Hal lain yang terjadi saat erupsi Gunung Ruang yang menjadi perhatian publik adalah munculnya fenomena seperti kilatan. Mirzam menjelaskan, dalam aktivitas gunung api, kilatan tersebut merupakan sesuatu yang umum terjadi.

“Ketika gunung api meletus, umumnya partikel-partikel ikut terlontar dan bergesekan satu dengan lainnya, sehingga menimbulkan yang namanya kilat erupsi atau volcanic eruption lighting,” jelas Mirzam.

Tsunami Vulkanik Gunung Ruang

Mengacu pada sejarah, erupsi Gunung Ruang pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1871 dengan skala letusan atau Volcanic Explosity Undex sebesar 2. Kurang lebih 400 orang tewas akibat bencana tersebut. Tsunami yang terjadi disebut juga dengan tsunami vulkanik atau jenis tsunami yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Fokus Penanggulangan Erupsi Gunung Ruang 8000 Warga Mengungsi

“Saat letusan pada 1871 itu, ada saksi mata yang mengatakan tsunami yang terjadi tingginya 5 meter. Namun ada pula yang mengatakan sampai 25 meter di pulau sekitar. Artinya, kejadian itu dapat memberikan dampak,” kata Mirzam.

Hingga kini informasi mengenai riwayat letusan Gunung Ruang masih terbatas. Namun, ia mengingatkan apabila ada jeda waktu yang panjang antara letusan dapat menunjukkan akumulasi energi gunung api di letusan selanjutnya akan lebih besar.

Baca Juga: Tiga Orang Tewas Terdampak Longsor dan Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

“Jadi intevalnya tidak banyak, tapi kami bisa memahami bahwa akumulasi volumenya akan jauh lebih banyak ketika jeda erupsinya lebih panjang, dibandingkan dengan yang jarak erupsinya pendek,” papar dia.

Ia pun mengingatkan, bahwa perlu dipahami gunung api meletus adalah cara mereka mengeluarkan energi dan mencapai keseimbangan. Letusan dapat terjadi secara besar sekaligus atau sedikit demi sedikit, tergantung karakteristik gunung api tersebut. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli Vulkanologi ITBbusur gunung apierupsi Gunung Ruanggunung api stratoMirzam Abdurrachmantsunami vulkanik

Editor

Next Post
Wapres Ma'ruf Amin buka Rakornas PB 2024 di Bandung, 24 April 2024. Foto Dok. BNPB.

Wapres Dorong Penanggulangan Bencana Lewat Kecerdasan Buatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media