Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Bencana Susulan Galodo di Agam BNPB Ledakan Batuan Gunung Marapi

Rabu, 29 Mei 2024
A A
Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain dengan metode peledakan batu, juga menggunakan metode pemecahan batu dengan menggunakan alat breaker.

“Pada Rabu, tim pelaksana demolish telah mulai melaksanakan penataan dan pengeboran dua batu yang direncanakan (diledakan),” sebut Muhari.

Tim pelaksana demolish menetapkan radius aman ledakan sejauh 500 meter dari titik lokasi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua.

Dikatakan Muhari, pemerintah daerah menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat untuk mengungsi sementara selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Air Warga di TPA Piyungan Tercemar, Belajarlah Pengelolaan Sampah di TPST Bantar Gebang

“Hal ini guna menghindari beberapa risiko yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan demolish seperti flying rock atau lemparan batu, getaran, serta air blast atau rambatan udara yang dapat mengakibatkan longsornya batuan,” imbuh Muhari.

Mendukungan kelancaran pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi, BNPB memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selama lima hari kedepan hingga 3 Juni 2024.

“TMC dilakukan dengan prioritas meminimalisir terjadinya hujan di lokasi peledakan,” pungkas Muhari. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir Bandang AgamBanjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Baratbanjir lahar Sumatera BaratBencana GalodoMitigasi Bencana Susulan Galodo

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

BMKG Sebut Potensi Kekeringan sampai Oktober 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media