Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Dampak Kenaikan Status Gunung Ibu Menjadi Awas

Jumat, 17 Mei 2024
A A
PVMBG menaikkan status Gunung Ibu menjadi Awas atau Level IV sejak 16 Mei 2024. Letusan Gunung Ibu pada Jumat, 17 Mei 2024, pukul 08.00 WIT. Foto magma.esdm.go.id.

PVMBG menaikkan status Gunung Ibu menjadi Awas atau Level IV sejak 16 Mei 2024. Letusan Gunung Ibu pada Jumat, 17 Mei 2024, pukul 08.00 WIT. Foto magma.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tim dari Pemda akan kembali melakukan sosialisasi persuasif kepada warga Desa Tuguis. Karena wilayah mereka berada di zona rawan. Nanti Pak Bupati akan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Erupsi Gunung Ibu Cenderung Lebih Tinggi

Pengamatan PVMBG pada periode tanggal 1 hingga 15 Mei 2024, erupsi Gunung Ibu cenderung lebih tinggi, hingga mencapai ketinggian 5.000 meter di atas puncak.

Dalam periode tersebut, PVMBG mencatat Gunung Ibu alami 40 kali gempa Letusan, 7 kali gempa Guguran, 1.850 gempa Hembusan, 49 kali gempa Harmonik, 13 kali gempa Tornillo, 7.590 kali gempa Vulkanik Dangkal, 80 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan 132 kali gempa Tektonik Jauh, dan 1 kali Gempa Terasa.

Pada Kamis, 16 Mei 2024 pukul 09.58 WIT, Gunung Ibu kembali alami letusan. Pos Pengamatan Gunungapi Ibu melaporkan, tinggi kolom erupsi teramati sekitar 5.000 meter di atas puncak, berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut, dan suara gemuruh terdengar hingga ke pos pengamatan.

Baca Juga: Status Gunung Ruang Jadi Siaga, Waspada Lontaran Material Pijar

Dengan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Ibu menjadi Awas, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung agar tidak beraktivitas, mendaki dan mendekati dalam radius 4 kilometer dan sektoral 7 kilometer dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Penduduk yang berada di luar radius 4 kilometer dan berada di luar sektoral 7 kilometer harus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mematuhi arahan dari Pemerintah Daerah.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Ibu, terutama bila terjadi hujan lebat di bagian puncak.

Masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat. [WLC01]

Sumber: PVMBG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBErupsi Gunung IbuGunung IbuKabupaten Halmahera Baratmitigasi erupsi gunungapiProvinsi Maluku UtaraPVMBGstatus Gunung Ibu menjadi Awas

Editor

Next Post
Solidaritas Aksi Kamisan Medan terhadap trio 'penjaga' hutan mangrove Langkat, yang memprotes kerusakan lingkungan. Foto Istimewa.

Penyuara Kerusakan Lingkungan Kembali Dibungkam, Trio Penjaga Hutan Mangrove Langkat Dibui  

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media