Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

MOU KLHK dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo untuk Keanekaragaman Hayati

Senin, 6 Februari 2023
A A
MOU KLHK dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo. Foto ppid.menlhk.go.id.

MOU KLHK dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Konservasi habitat dan populasi spesies kunci, seperti harimau sumatera, orang utan sumatera dan kalimantan, gajah, badak sumatera, serta jenis-jenis lainnya yang terancam punah merupakan program prioritas KLHK. Ini terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait yang memiliki kesamaan pandang dan prinsip-prinsip konservasi,“ jelas Bambang.

Ia menambahkan, habitat satwa liar tidak hanya di hutan konservasi. Namun juga di hutan lindung, hutan produksi, dan di areal penggunaan lain. Pendekatan konservasi spesies berbasis tapak dan landskap (resort base management) menjadi penting.

Baca Juga: Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

Dukungan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo terhadap upaya KLHK dalam pelestarian satwa liar yang terancam punah telah dilakukan sejak 2017 di Dharmasraya, Sumatera Barat. Kemudian di Kalimantan Timur dan Riau.

“Dana kolaborasi pelestarian keanekaragaman hayati ini tidak ada satu sen pun dari dana luar negeri, melainkan murni dari YAD. Seluruh jajaran YAD berjanji akan menjalankan kerja sama dengan komitmen yang besar,” kata Hashim. [WLC02]

Sumber: KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: flora dan faunaKLHKkonservasi keanekaragaman hayatiMoUPanthera tigris sumatraePongo pygmaeuspusat penyelamatan satwaYayasan ARSARI Djojohadikusumo

Editor

Next Post
peresmian Fasilitas Pelayanan Terpadu BMKG NTT dan Operasional Radar Cuaca Kupang. Foto bmkg.go.id.

NTT Rawan Bencana, BMKG Siapkan Pelayanan Terpadu dan Radar Cuaca

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media