Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nervilia punctata, Anggrek Penyambut Hujan di Tambora

Keberadaan anggrek ini dapat menjadi indikasi, bahwa hutan Tambora masih mampu menyediakan ruang tumbuh untuknya.

Minggu, 1 Desember 2024
A A
Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Musim hujan telah tiba. Sebagain besar kawasan Taman Nasional Tambora sudah diguyur hujan. Intensitas hujan yang tinggi membuat lantai hutan basah kembali. Tanah dan seresah yang basah memancing beberapa anggrek tanah muncul ke permukaan.

Taman Nasional Tambora yang secara administratif terletak di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan rumah untuk berbagai jenis anggrek tanah. Anggrek tanah yang dijumpai di Tambora sebagian berada di lantai hutan yang tertutup vegetasi, seperti di hutan sekitar Pos 2 Dorocanga. Salah satu anggrek tanah yang muncul saat hujan mulai turun adalah anggrek Nervilia punctata.

Pengendali Ekosisten Hutan (PEH) Balai Taman Nasional Tambora, Samsul Maarif menjelaskan, anggrek ini adalah anggrek tanah berukuran kecil dengan daun bentuk bulat, 5 sampai 7 lobus. Lobus apikal berbentuk lancip berwarna hijau mengkilap. Daun membentuk hati di bawah ke dalam daun pangkal yang lonjong.

Baca Juga: BMKG dan Kementerian PU Bahas Antisipasi Gempa Megathrust hingga Cuaca Ekstrem Libur Nataru

Perbungaan tegak, panjang 10 sampai 15 cm. Bunga tunggal dengan bunga tumbuh menyamping. Saat menyusuri hutan, anggrek ini sering teramati tumbuh di seresah yang tebal. Terlihat mencolok dengan warna cerah di antara gelapnya lantai hutan.

“Biasanya anggrek jenis ini dijumpai tumbuh sendiri atau berkelompok. Tumbuhan ini tidak tersebar merata di dalam hutan, hanya pada titik-titik tertentu saja,” kata Samsul.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anggrek Nervilia punctataanggrek tanahKabupaten BimaKabupaten Dompumusim penghujanTaman Nasional Tambora

Editor

Next Post
Mapala Unimed di TWA Danau Sicike cike, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Foto Dok. BKSDA Sumut.

Eksplorasi Rafflesia Terkecil hingga Burung Enggang di TWA Danau Sicike cike

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media