Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nervilia punctata, Anggrek Penyambut Hujan di Tambora

Keberadaan anggrek ini dapat menjadi indikasi, bahwa hutan Tambora masih mampu menyediakan ruang tumbuh untuknya.

Minggu, 1 Desember 2024
A A
Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, jenis ini memiliki tiga fase pertumbuhan, yaitu fase generatif, fase vegetatif dan dorman. Saat awal musim hujan (November-Desember), tumbuhan ini memasuki fase generatif, dimana hanya bunga saja yang teramati di lantai hutan.

Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Meningkat, Waspada Erupsi Freatik

Setelah fase ini, anggrek akan muncul daun (vegetatif) tanpa terlihat bunganya. Kemudian saat musim kemarau jenis ini memasuki fase dorman, hingga masuk musim hujan berikutnya.

Di Tambora, anggrek jenis ini dijumpai di hutan musim pada ketinggian 100 mdpl hingga hutan tropis pada ketinggian 1500 mdpl. Di belahan dunia lain, anggrek jenis ini juga ditemukan di India, Kepulauan Nicobar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Papua Nugini dan Fiji di hutan pegunungan di ketinggian sekitar 1200 hingga 2000 meter

Anggrek merupakan indikator kondisi lingkungan. Jenis ini dijumpai pada titik-titik kawasan Tambora dengan tutupan yang cukup baik serta kelembaban yang cukup. Keberadaanya dapat dijadikan indikasi, bahwa hutan Tambora masih mampu menyediakan ruang tumbuh untuk jenis ini. [WLC02]

Sumber: KSDAE KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anggrek Nervilia punctataanggrek tanahKabupaten BimaKabupaten Dompumusim penghujanTaman Nasional Tambora

Editor

Next Post
Mapala Unimed di TWA Danau Sicike cike, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Foto Dok. BKSDA Sumut.

Eksplorasi Rafflesia Terkecil hingga Burung Enggang di TWA Danau Sicike cike

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media