Selasa, 28 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu

Senin, 19 Januari 2026
A A
Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Perspektif kritis turut disampaikan Sosiolog UGM, A. B. Widyanta yang mengkaji konflik agraria dan relasi kuasa. Ia menyoroti bagaimana pembangunan pariwisata modern kerap mengorbankan nilai-nilai lokal.

“Bangunan pariwisata mungkin tampak megah, tetapi ia menghancurkan nilai luhur Gunungkidul. Watu dan bentang alam yang dahulu dimaknai sebagai ruang magis kini berubah menjadi tragis,” papar dia.

Kerusakan karst tidak hanya berdampak pada perubahan bentang alam, tetapi juga mengancam fungsi vital karst sebagai penyimpan dan pengatur air. Sistem hidrologi karst Gunung Sewu yang kompleks dan rapuh berperan penting dalam menjamin ketersediaan air bagi masyarakat Gunungkidul dan sekitarnya.

Ketika struktur karst dirusak, aliran air bawah tanah berpotensi terganggu, memperbesar risiko krisis air bersih di musim kemarau serta meningkatkan kerentanan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan tanah longsor. Ancaman ini semakin nyata di tengah perubahan iklim dan intensifikasi pembangunan yang terus berlangsung.

Baca juga: Walhi Ingatkan Pilkada Tak Langsung Rawan Korupsi Sumber Daya Alam

Situasi tersebut mencerminkan relasi kuasa yang timpang dalam pengelolaan ruang dan sumber daya alam. Kepentingan investasi dan pariwisata kerap ditempatkan di atas hak masyarakat atas lingkungan hidup yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Minimnya partisipasi publik dalam proses perencanaan dan perizinan memperparah kondisi ini, sehingga konflik agraria dan ketegangan sosial menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Melalui diskusi ini, para penyelenggara dan peserta menegaskan bahwa karst Gunung Sewu bukan sekadar komoditas wisata, melainkan ekosistem vital yang menopang kehidupan masyarakat pesisir dan pedesaan.

“Pengelolaan kawasan karst harus dilakukan secara adil, berkelanjutan, berbasis pengetahuan ilmiah, serta mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan ekonomi jangka pendek,” imbuh Peneliti PSPK UGM, Mohamad Ghofur.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis untuk membedah dinamika kerusakan karst, konflik agraria, serta arah kebijakan pengelolaan Gunung Sewu ke depan. Sekaligus diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan advokasi publik, pengembangan riset kritis, serta kolaborasi lintas sektor untuk menghentikan laju kerusakan dan memastikan keberlanjutan Kawasan Karst Gunung Sewu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: kawasan karstKBAK Gunung SewuNGO RuangPariwisata GunungkidulPSPK UGMSOREC

Editor

Next Post
Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.

Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media