Selasa, 27 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu

Senin, 19 Januari 2026
A A
Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan karst Gunung Sewu tengah menghadapi ancaman serius akibat ekspansi pembangunan pariwisata yang kian masif dan eksploitatif. Alih-alih dilindungi sebagai ekosistem strategis, kawasan karst yang selama ini menjadi penyangga air dan ruang hidup masyarakat justru dibelah, diratakan, dan dikomodifikasi atas nama pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah proyek pembangunan pariwisata, seperti proyek On The Rock yang secara fisik membelah batuan karst, serta pembangunan resort dan beach club di kawasan pesisir Gunungkidul, menjadi contoh nyata praktik pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Proyek-proyek tersebut dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst, serta berpotensi melanggar ketentuan tata ruang dan peraturan lingkungan hidup.

Baca juga: Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman

Pitra Hutomo dari NGO Ruang menegaskan Gunungkidul bukan wilayah yang layak diperlakukan sebagai objek eksploitasi.

“Gunungkidul memiliki sejarah panjang sebagai kawasan karst dengan keanekaragaman nilai ekologis dan kultural yang luhur. Wilayah ini seharusnya dirawat, bukan dieksploitasi,” tegas Pitra dalam Seri Diskusi bertajuk “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” yang digelar Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK), Social Research Center (SOREC) dan NGO Ruang di Ruang Sartono PSPK UGM, Rabu, 14 Januari 2026.

Kondisi mutakhir karst Gunung Sewu semakin rentan akibat pembangunan pariwisata yang tidak ramah lingkungan. Saat ini terjadi pembangunan yang membelah bentang karst, seperti proyek On The Rock.

“Selain tidak terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, pembangunan ini juga menyimpan risiko kebencanaan yang serius,” jelas Himawan Kurniadi dari NGO Ruang.

Baca juga: Legislator Usulkan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Atur Perdagangan Karbon

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kawasan karstKBAK Gunung SewuNGO RuangPariwisata GunungkidulPSPK UGMSOREC

Editor

Next Post
Bencana Sumatra. Foto Walhi.

Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media