Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu

Senin, 19 Januari 2026
A A
Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan karst Gunung Sewu tengah menghadapi ancaman serius akibat ekspansi pembangunan pariwisata yang kian masif dan eksploitatif. Alih-alih dilindungi sebagai ekosistem strategis, kawasan karst yang selama ini menjadi penyangga air dan ruang hidup masyarakat justru dibelah, diratakan, dan dikomodifikasi atas nama pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah proyek pembangunan pariwisata, seperti proyek On The Rock yang secara fisik membelah batuan karst, serta pembangunan resort dan beach club di kawasan pesisir Gunungkidul, menjadi contoh nyata praktik pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Proyek-proyek tersebut dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst, serta berpotensi melanggar ketentuan tata ruang dan peraturan lingkungan hidup.

Baca juga: Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman

Pitra Hutomo dari NGO Ruang menegaskan Gunungkidul bukan wilayah yang layak diperlakukan sebagai objek eksploitasi.

“Gunungkidul memiliki sejarah panjang sebagai kawasan karst dengan keanekaragaman nilai ekologis dan kultural yang luhur. Wilayah ini seharusnya dirawat, bukan dieksploitasi,” tegas Pitra dalam Seri Diskusi bertajuk “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” yang digelar Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK), Social Research Center (SOREC) dan NGO Ruang di Ruang Sartono PSPK UGM, Rabu, 14 Januari 2026.

Kondisi mutakhir karst Gunung Sewu semakin rentan akibat pembangunan pariwisata yang tidak ramah lingkungan. Saat ini terjadi pembangunan yang membelah bentang karst, seperti proyek On The Rock.

“Selain tidak terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, pembangunan ini juga menyimpan risiko kebencanaan yang serius,” jelas Himawan Kurniadi dari NGO Ruang.

Baca juga: Legislator Usulkan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Atur Perdagangan Karbon

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kawasan karstKBAK Gunung SewuNGO RuangPariwisata GunungkidulPSPK UGMSOREC

Editor

Next Post
Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.

Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media