Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemerintah Andalkan OMC Atasi Karhutla, Habiskan Rp300 Juta Per Jam

Selasa, 12 Agustus 2025
A A
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi risiko karhutla akan meningkat pada 2027 seiring kecenderungan terjadinya El Nino. Pemerintah harus bersiaga dan menyempurnakan upaya pencegahan karhutla, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kepala BNPB Letjen Suharyanto memastikan upaya modifikasi cuaca yang selama beberapa bulan ini dilaksanakan bisa mengendalikan karhutla dan asap lintas batas. Pada 2025 ini, BNPB menyiapkan 5 pesawat OMC dan 12 helikopter waterbombing.

OMC juga diiringi dengan operasi darat dengan mengerahkan 500 orang gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni demi mendukung nol area terbakar. Mengingat kebakaran menyebabkan asap yang berpotensi menyebar hingga melewati batas negara Indonesia.

Baca juga: Teknologi ForeINTiFlood Ungkap Tiga Titik Rawan Jalur Masuk Rob di Pekalongan

“Satgas Darat dibutuhkan untuk pemadaman asap imbas karhutla yang masih timbul setelah turun hujan. Asap ini menjadi masalah apabila menyebar ke negara tetangga,” imbuh dia.

Suharyanto menegaskan, kerugian yang dialami Indonesia akibat karhutla sangatlah besar, mulai dari material dan imaterial. Upaya modifikasi cuaca yang selama ini dilakukan telah mengeluarkan banyak biaya. Belum lagi dampak kesehatan serta nyawa yang terenggut akibat kejadian ini.

Mulai 2 Mei 2025 hingga hari ini, petugas sudah bekerja 139 jam untuk menangani karhutla dan asap lintas batas. Tiap satu jam menghabiskan Rp300 juta.

Baca juga: Populasi Gajah Sumatera Kritis, Pakar Serukan Mitigasi Konflik Gajah dengan Manusia

“Bahkan, kemarin di Kalbar ada dua korban akibat kebakaran. Ini menjadi catatan supaya di daerah lain tidak terjadi lagi,” tutur Suharyanto.

Sementara Menhut Raja Juli Antoni menekankan kombinasi penanganan karhutla dari udara dan darat harus terus ditingkatkan. Potensi El Nino pada 2027 ataupun kejadian yang tidak terprediksi lainnya dapat diantisipasi melalui pencegahan dan penanganan terstruktur demi meminimalisir risiko.

“Mudah-mudahan dengan koordinasi yang baik, jumlah kebakaran dan korban akibat kebakaran lahan lebih turun. Ini berimplikasi terhadap ekonomi karena dapat menghambat berbagai aktivitas,” kata Raja Juli.

Baca juga: Curah Hujan Meningkat, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal Agustus 2025

Ia menyampaikan, arahan Presiden Prabowo Subianto pada rapat koordinasi pekan lalu bahwa tidak ada lagi kejadian karhutla dan asap lintas batas. Selain OMC dan operasi darat, penindakan hukum dilakukan terhadap pelaku yang sengaja melakukan pembakaran lahan. Sejauh ini, sebanyak 55 orang menjadi tersangka.

Pemerintah Pusat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencabut seluruh kebijakan yang memperbolehkan warga membuka lahan dengan cara membakar maksimal 2 hektare. Sejalan dengan itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan alat berkebun agar pembukaan lahan tidak perlu melakukan pembakaran.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBkarhutlaKementerian KehutananOMC

Editor

Next Post
Kucing merah (Catopuma badia)endemik Kalimantan, salah satu spesies kucing hutan Indonesia yang dilindungi. Foto Jim Sanderson/Dok. IPB University.

Kucing Hutan, Kucing Lokal Indonesia Sebagai Pengendali Hama Alami

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media