Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemerintah Siapkan Lahan Huntara 3,9 Ha Warga Terdampak Longsor Cilacap

Rabu, 19 November 2025
A A
Proses pencarian korban longsor Cilacap diperpanjang. Foto Pusdatinkom BNPB.

Proses pencarian korban longsor Cilacap diperpanjang. Foto Pusdatinkom BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah Cilacap mulai mempersiapkan Lokasi hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektar untuk pembangunan huntara dan huntap. Lahan tersebut berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Lokasi ini letaknya sekitar dua kilometer dari wilayah Desa Cibeunying.

Berdasarkan rilis tanggapan awal calon lahan relokasi terdampak gerakan tanah oleh Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 18 November 2025, lokasi yang diajukan dimungkinkan dapat digunakan untuk relokasi.

Untuk memastikan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) sesuai dengan konsep build back better and safer pada lahan relokasi, Tim Badan Geologi akan diberangkatkan untuk melakukan penyelidikan geologi di lapangan.

Baca juga: Program MBG Butuh Freeze Dried¸ Mahasiswa UGM Siapkan SIKE Si Dapur Pintar

Pendataan terhadap warga yang direkomendasikan untuk relokasi masih terus dilakukan pemerintah desa.

“Saat ini, terdata 296 kepala keluarga akan direlokasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.

Pembangunan huntara dipercepat agar para pengungsi yang menempati lokasi pengungsian segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik. Saat ini, sejumlah warga mengungsi di tiga titik, yakni Balai Desa Cibeunying, MTS SS Cibeunying, dan masjid Baeturrohman Wanasari.

Selain percepatan pembangunan huntara, BNPB juga menawarkan opsi kepada para pengungsi untuk melakukan pengungsian mandiri dengan cara mengontrak rumah atau tinggal bersama kerabat. Untuk pilihan ini, masyarakat terdampak dapat memanfaatkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per KK selama enam bulan.

Baca juga: Implementasi Dokumen SNDC Diragukan, Tak Ada Komitmen Pemerintah Pensiunkan PLTU Batu Bara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBhuntaralongsor Cilacappencarian diperpanjang

Editor

Next Post
Produk Bobibos. Foto @Bobibos/instagram.

Bobibos, Teknologi Konversi Jerami Menjadi Bahan Bakar Hidrokarbon

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media