Kamis, 8 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penanganan Bencana Tak Ramah Gender, Ini Solusinya

Perempuan dan laki-laki mempunyai kebutuhan pribadi yang berbeda. Begitu pun dalam penanganan bencana yang memposisikan mereka sebagai korban. Sayangnya, kebutuhan perempuan dan kelompok marginal lainnya acapkali terabaikan.

Minggu, 31 Juli 2022
A A
Ilustrasi perempuan dan anak pengungsi. Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.

Ilustrasi perempuan dan anak pengungsi. Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Prakiraan Ahli Iklim Nasional, Awal Penghujan September-November 2022

Padahal kebutuhan perempuan lebih kompleks. Semisal, ibu dengan bayi tentu membutuhkan popok bayi, perempuan juga memerlukan pembalut.

Suzie berharap penanganan bencana dapat ramah gender, baik dari mitigasi sampai pascabencana. Untuk mewujudkannya, semestinya perempuan diikutsertakan dalam pembahasan serta perancangan di berbagai level kebijakan dan kegiatan penanganan bencana. Harapannya, kebutuhan-kebutuhan perempuan juga dapat dipenuhi dan perempuan terlindungi dari ancaman-ancaman lain, seperti kekerasan seksual di pengungsian.

“Tidak menutup kemungkinan di area pengungsian juga terdapat kekerasan seksual,” kata Suzie. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencanagenderkelompok rentanlaki-lakimitigasi bencanaperempuan

Editor

Next Post
Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penularan Penyakit Lewat Nyamuk

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media