Selasa, 31 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penggila Kerja, Waspada Hustle Culture dan Imposter Syndrome

Bekerja terlalu keras hingga melupakan kesenangan ternyata tak baik untuk kesehatan mental. Apalagi demi mengejar target tinggi.

Kamis, 6 Oktober 2022
A A
Ilustrasi gila kerja. Foto lukasbieri/pixabay.com

Ilustrasi gila kerja. Foto lukasbieri/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Saya sendiri mengalaminya beberapa kali, seperti merasa kurang cukup padahal sudah bekerja keras,” ucap mantan awardee IISMA Batch 1 itu.

Sindrom penipu juga lebih banyak dialami mereka yang tumbuh dalam keluarga yang menekankan pencapaian dan kesuksesan. Mengacu pada buku Dr Valerie Young, Pauline menjelaskan tipe-tipe imposter syndrome, yaitu the perfectionist, the expert, the soloist, the superwoman, dan the great mind.

Baca Juga: Pernah Mengalami Quarter Life Crisis? Begini Proses dan Cara Mengatasinya

Bagaimana cara mengatasinya?

Hustle culture dan imposter syndrome adalah contoh-contoh tren gaya hidup masyarakat yang berakibat buruk terhadap kesehatan mental. Butuh tips-tips untuk mengatasinya.

Pertama, menjadi pribadi yang otentik dengan menunjukkan kelebihan dan kekurangan. Kedua, menerima kekurangan, namun tetap mempunyai keinginan memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik.

Ketiga, membiasakan diri untuk merasa cukup dengan seluruh keterampilan dan pengalaman yang dimiliki. Keempat, fokus pada nilai yang dapat diberikan dan berhenti membandingkan dengan pencapaian orang lain. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bekerja kerasgaya hiduphustle cultureimposter syndromekesehatan mentalpenggila kerjatren pekerjaworkaholic

Editor

Next Post
Dampak banjir Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2022, tiga pelajar MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan meninggal dunia. Foto BPBD Jakarta Selatan.

Ini Hasil Kaji BPBD Dampak Banjir Menewaskan 3 Pelajar MTsN 19 Jakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media