Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2023 Dipusatkan di Jambi, Ini Alasannya

Jumat, 24 Februari 2023
A A
Kegiatan pelepasliaran satwa dalam peringatan WWD 2023 di Jambi.Foto ppid.menlhk.go.id.

Kegiatan pelepasliaran satwa dalam peringatan WWD 2023 di Jambi.Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peringatan Hari Lahan Basah (World Wetlands Day/WWD) Tahun 2023 mengangkat tema global “It’s Time for Wetland Restoration”. Di Indonesia, WWD dipusatkan di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, Jambi pada 23 Februari 2023. Pemilihan lokasi pelaksanaan acara berdasarkan beberapa pertimbangan.

Pertama, Taman Nasional Berbak merupakan Situs Ramsar yang ditetapkan pada tanggal 8 April 1992. Kedua, Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan wilayah yang telah menerima anugerah sebagai wilayah yang peduli terhadap lahan basah dan telah terakreditasi oleh Sekretariat Konvensi Ramsar sebagai Wetland City Accreditation (WCA). Selain itu ada juga Kota Surabaya. Penghargaan diterima Bupati Tanjung Jabung Timur dan Walikota Surabaya dalam COP 14 di Jenewa Swiss pada 10 November 2022.

“Taman Nasional Berbak Sembilang sebagai salah satu Situs Ramsar melalui kegiatan pemulihan ekosistem 2023 seluas 215.54 ha. Harapannya dapat memberi kontribusi dan sumbangsih yang nyata dalam upaya konservasi lahan basah di Indonesia,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Berbak-Sembilang, Bobby Sandra.

Baca Juga: Jokowi Serahkan SK TORA dan Perhutanan Sosial kepada Masyarakat

Peringatan WWD 2023 tersebut ditandai dengan penanaman pohon, pelepasliaran satwa, dan dialog. Pohon yang ditanam adalah jenis tumbuhan rawa berupa balangeran atau blangiran (Shorea balangeran) dan tumbuhan pantai berupa bintaro (Cerbera manghas) masing-masing 15 bibit. Sementara pelepasliaran satwa meliputi masing-masing satu ekoor Ungko (Hylobates agilis), Siamang (Symphalangus syndactylus), Simpai (Presbytis melalophos), Kukang Sumatera (Nycticebus coucang), dan 20 ekor Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus).

“Lahan basah berpotensi sebagai gudang karbon yang sangat besar. Jadi mari kita semua terlibat dalam aksi nyata dalam upaya restorasi lahan basah di Indonesia,” kata Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem (BPEE) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen KSDAE KLHK), Ammy Nurwati.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Lahan Basah SeduniaKLHKTaman Nasional Berbak Sembilang JambiWetland City AccreditationWorld Wetlands Day

Editor

Next Post
Korban gempa Turki mencapai 44 ribu orang meninggal dunia, 15 korban meninggal di antaranya berhasil dievakuasi Tim SAR Indonesia bermampuan MUSAR. Foto BNPB, personel SAR Indonesia tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma usai melaksanakan operasi misi kemanusiaan di Kota Antakya, Provinsi Hatay, Turki.

SAR Indonesia Berhasil Evakuasi 15 Korban Gempa Turki

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media