Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pertambangan Batu Bara Masih Idola dan Dipermudah, Meski Nol Emisi Jadi Target

Energi berbasis fosil masih menjadi idola, karena menguntungkan. Pemerintah masih 'berat hati' melepaskan.

Minggu, 3 Desember 2023
A A
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara. Foto esdm.go.id.

Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Energi baru terbarukan (EBT) tengah menjadi primadona sebagai bahan baku energi yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Pemerintah juga membidik target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dengan menggunakan EBT menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional. Namun pemerintah tidak serta merta langsung meninggalkan energi berbasis fosil, salah satunya batu bara.

“Mengingat Indonesia salah satu negara dengan pembangkit berbahan baku batu bara besar,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana pada acara Road to CNBC Award 2023 di Jakarta pada 29 November 2023.

Penetapan target NZE tidak lantas menghilangkan batu bara sebagai salah satu sumber pembangkit listrik utama nasional dalam waktu dekat. Setidaknya, butuh waktu hingga tahun 2057 sesuai dengan peta jalan menuju NZE yang digagas Kementerian ESDM, sembari secara paralel, pemerintah memperkuat basis pemanfaatan EBT untuk menopang energi nasional.

Baca Juga: Letusan Gunung Marapi Sumbar Sejumlah Kecamatan Diselimuti Abu Vulkanis

“Karena pemerintah juga berkewajiban untuk memastikan ketersediaan energi masyarakat,” imbuh Dadan.

Kontrak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkisar 25 hingga 30 tahun. Berdasarkan simulasi NZE, puncak penggunaan batu bara antara tahun 2030 hingga 2035. Setelah itu akan melandai sejalan PLTU yang sudah selesai masa kontraknya.

Untuk menyuplai kebutuhan energi kepada masyarakat saat penggunaan batu bara melandai, pemerintah akan mengembangkan dan menyediakan energi yang lebih bersih dari EBT. Batu bara yang tidak dipakai untuk bahan baku pembangkit bisa dimanfaatkan dalam bentuk yang sudah diolah dan lebih hijau melalui proses hilirisasi.

Baca Juga: Butuh Anjing Pelacak untuk Pencarian 11 Korban Banjir Bandang Humbahas

“Kami harus mengarah ke green product (produk hijau), menciptakan green industry (industri hijau) di sini, karena memang nanti akan dilihat dari sisi prosesnya itu bagaimana sih cara memproduksi produk ini,” tutur Dadan.

Produk batu bara bisa diubah menjadi Dimethyl Ether (DME) melalui proses gasifikasi yang bisa digunakan menjadi pengganti Liquefied petroleum gas (LPG) dengan konsumen yang sudah ada. Sebelum menjadi DME, juga itu bisa menjadi methanol. Metanol banyak dipakai untuk industri, asalkan prosesnya bersih dari emisi atau menjadi produk hijau.

Dengan produk hijau, menurut Dadan akan mudah diekspor ke luar negeri. Sebab negara lain, khususnya Eropa akan melihat dari sisi proses bagaimana cara memproduksi suatu barang. Itu menjadikan industri hijau dan produk hijau menjadi komoditas yang kompetitif di pasar internasional.

Baca Juga: Banjir Bandang Bawa Bebatuan Besar di Humbang Hasundutan, 12 Warga Hilang

“Misalkan ekspor ke Eropa mulai diberlakukan tahun 2026. Mereka akan tanya cara produksinya untuk mengetahui berapa karbonnya. Nah, kalau melewati batas, mereka akan terapkan pajak karbon terhadap produk tersebut,” papar Dadan.

Produksi Batu Bara Digenjot
Dadan Kusdiana mengungkapkan realisasi produksi batu bara per 27 November 2023 telah mencapai 686 juta ton atau 98 persen dari target. Sementara target produksi batu bara yang dicanangkan tahun ini sebanyak 694,5 juta ton atau meningkat dibandingkan target tahun 2022 sebesar 663 juta ton.

“Produksi tahun lalu melebihi target atau sekitar 104 persen dari target. Kinerja sektor minerba sangat baik dan positif untuk tahun 2023,” kata Dadan mengklaim.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batu baraenergi baru terbarukanhilirasi pertambanganindustri hijauKementerian ESDMNet-Zero Emissionproduk hijautata kelola pertambangan

Editor

Next Post
Jenazah sejumlah pendaki Gunung Marapi yang ditemukan dan dievakuasi. Foto @pendakilawas/X.

Erupsi Gunung Marapi, 11 Pendaki Ditemukan Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media