Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia

Senin, 8 Desember 2025
A A
Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fakultas Geografi UGM bersama konsorsium Indonesian Seagrass Mapping Partnership (ISMP) secara resmi menyerahkan Peta Karang dan Padang Lamun Nasional 2025 kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. Penyerahan simbolis dilaksanakan Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal yang mewakili Konsorsium ISMP kepada Walidata melalui Direktur Konservasi Ekosistem KKP Muh. Firdaus Agung Kunto Kurniawan.

Menurut Kamal, Peta Karang dan Padang Lamun Nasional itu bukan sekadar gambar visual. Melainkan data primer, dasar ilmiah, dan panduan strategis yang tak ternilai harganya bagi pengelolaan sumber daya pesisir di masa depan berbasis evidence-based policy dan science-based management.

“Penyerahan ini menandai pencapaian monumental dalam upaya Indonesia memperkuat pengelolaan sumber daya laut dan pesisir berdasarkan data geospasial yang akurat dan mutakhir,” ujar Kamal dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Desember 2025.

Baca juga: Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh

Peta geospasial itu terwujud berkat kolaborasi sinergis antarinstansi sejak 2022. Kolaborasi yang dipimpin Guru Besar Fakultas Geografi UGM, Prof. Pramaditya Wicaksono itu melibatkan berbagai instansi yang tergabung dalam ISMP.

Tiga tahapan pembuatan peta

Sejauh ini, menurut Pramaditya, tim ISMP telah mengambil langkah proaktif melalui capacity building untuk menjamin keberlanjutan pemetaan. Sejak tahun 2024, tim ISMP telah melaksanakan dua kali Training of Trainers (ToT) di Belitung (dengan dukungan UNDP Indonesia) dan Makassar (dengan dukungan Direktorat Konservasi Ekosistem KKP). Pelatihan itu membekali peserta dengan pengetahuan survei lapangan, pengolahan data, dan penggunaan cloud processing platform untuk pemetaan karang dan padang lamun.

Tim IMSP juga mengembangkan aplikasi Seagrass Connect sebagai sarana untuk melibatkan masyarakat dalam pengumpulan data dan pemantauan kondisi lamun berbasis komunitas.

Baca juga: Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa

Melalui penyerahan Peta Karang dan Padang Lamun Nasional 2025, tim ISMP menegaskan komitmen untuk menyediakan landasan ilmiah yang kokoh bagi pengelolaan kelautan Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Geografi UGMKKPPeta Karang dan Padang Lamun NasionalProf. Pramaditya WicaksonoSeagrass Connect

Editor

Next Post
Tidak hanya menjual suatu produk makanan, namun tetap pada prinsip utama Nabati Nusantara terhadap lingkungan guna membangun kepedulian masyarakat mengenai apa yang dikonsumsi. Foto Nabati Nusantara.

Ada Sajian Pangan Nabati Tanpa Minyak Sawit di Festival Musik Rock di Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media