Jumat, 23 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada Sajian Pangan Nabati Tanpa Minyak Sawit di Festival Musik Rock di Yogyakarta

Selasa, 9 Desember 2025
A A
Tidak hanya menjual suatu produk makanan, namun tetap pada prinsip utama Nabati Nusantara terhadap lingkungan guna membangun kepedulian masyarakat mengenai apa yang dikonsumsi. Foto Nabati Nusantara.

Tidak hanya menjual suatu produk makanan, namun tetap pada prinsip utama Nabati Nusantara terhadap lingkungan guna membangun kepedulian masyarakat mengenai apa yang dikonsumsi. Foto Nabati Nusantara.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Nabati Nusantara berkolaborasi dengan Simple Plant Kitchen, UMKM kuliner vegan di Bantul, menjadi tenant Food & Beverage (F&B) yang khusus mengusung edukasi tentang kebaikan pangan nabati untuk bumi, keadilan sosial, dan perlindungan hewan. Acara itu digelar di ajang festival music Indonesia, Jogjarockarta Festival 2025 di Stadion Kridosono, Yogyakarta pada 6-7 Desember 2025.

Dengan tagline “Loud Music, Loud Impact, Zero Waste”, booth edukasi Nabati Nusantara menghadirkan menu 100 % whole food plant-based yang dirancang kekinian dan inovatif. Sekaligus mengedukasi para pengunjung tentang bagaimana pilihan makanan berdampak langsung pada krisis iklim, deforestasi, dan eksploitasi hewan.

Seluruh perlengkapan makan yang digunakan berasal dari material ramah lingkungan yang dapat terurai. Ada gelas dari pati jagung, piring dari ampas tebu dilapisi daun pisang, dan sendok kayu tanpa plastik. Upaya tersebut menjadi komitmen nyata untuk mengurangi dampak sampah plastik dari industri festival.

Baca juga: Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia

“Ini upaya menjangkau publik musik dengan menghadirkan paradigma baru bahwa musik bisa berjalan seiring dengan gaya hidup yang lebih sadar, berkelanjutan, dan lebih welas asih terhadap hewan,” kata bassist grup musik Shaggydog sekaligus pemilik Simple Plant Kitchen dan co-founder Nabati Nusantara yang juga seorang vegan, Bandizt dalam siaran tertulis, Selasa, 9 Desember 2025.

Semua menu yang tersaji di booth pun dibuat tanpa penggunaan minyak sawit. Pilihan itu bentuk sikap tegas terhadap krisis deforestasi di Indonesia yang banyak dipicu ekspansi perkebunan kelapa sawit. Menyoroti perluasan perkebunan sawit yang masif telah mempersempit hutan hujan tropis, memperparah krisis habitat satwa liar, dan berkontribusi terhadap bencana ekologis seperti banjir besar di Sumatra.

“Kami mengajak publik, termasuk musisi dan penggemar musik, untuk lebih kritis melihat arah kebijakan yang anehnya terus mendorong ekspansi industri sawit di tengah krisis iklim dan ekologis yang semakin nyata, karena semua terdampak!” tegas co-founder dan Direktur Eksekutif Nabati Nusantara, Angelina Pane.

Baca juga: Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh

Sejumlah musisi dan figur publik lintas genre menyatakan dukungan melalui video yang dipublikasikan di akun Instagram resmi Nabati Nusantara. Seperti Stephanus Adjie (Down For Life), Melanie Subono, Paul (Rebellion Rose), Roy Agus (Death Vomit), Hendi “Skinhead Bop” yang seorang vegetarian, dan Hasbi (The Glad).

“Gue sangat mendukung Nabati Nusantara dengan edukasi pangan 100% nabati yang nggak jahat untuk lingkungan, hewan, dan siapa pun. Karena apa yang baik buat bumi, pasti baik buat kita. Bersenang-senang boleh, tapi jangan lupa dengan lingkungan lo ya. Action speaks louder, itu yang bedain lo sama pejabat!” seru aktivis kemanusiaan dan musisi vegan, Melanie Subono.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Animal Friends JogjaJogjarockarta Festival 2025Krisis Iklimminyak sawitNabati NusantaraRamah lingkunganSimple Plant Kitchenzero waste

Editor

Next Post
Ekskavator mengangkat tubuh hiu paus yang terdampar di Pantai Puncu di Purworejo, Jawa Tengah, 8 Desember 2025. Foto Sealife Indonesia.

Penyebab Hiu Paus Puluhan Kali Terdampar di Pantai Selatan Jawa

Discussion about this post

TERKINI

  • Advokasi RUU Masyarakat Adat oleh Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat. Foto Istimewa.RUU Masyarakat Adat Tak Kunjung Disahkan, Jutaan Hektar Wilayah Adat Dirampas
    In Lingkungan
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Pembersihan fasilitas layanan kesehatan di Aceh pascabencana. Foto Dok. Kementerian PU.Komisi II DPR Minta Rekonstruksi Fasilitas Publik Pascabencana Sumatera Tuntas Dua Tahun
    In News
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
  • Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu
    In News
    Senin, 19 Januari 2026
  • Ilustrasi gajah tua dengan sepasang gading yang utuh. Foto HFGVDCSS/pixabay.com.Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media