Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pompa Air Tenaga Surya Membuat Sawah Desa Keliki Tak Lagi Antri Irigasi

Irigasi tak selalu menjamin pemerataan pengairan di sawah-sawah, terutama saat kemarau. Pengadaan sumur dengan pompa air tenaga surya menjadi salah satu solusi.

Minggu, 28 Agustus 2022
A A
Pompa air energi surya untuk pengairan persawahan di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar, Bali. FOTO esdm.go.id.

Pompa air energi surya untuk pengairan persawahan di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar, Bali. FOTO esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Itu tanpa baterai, tapi menggunakan inverter yang dapat menyesuaikan frekuensi saat matahari bersinar,” jelas Founder SRE, Zagy Yakana Berian.

Seluruh sistem dengan total tenaga panel surya 17,5 kWp ditempatkan berdekatan dengan Pura di tiap-tiap subak tersebut. Sistem ini bekerja hanya saat matahari bersinar sekitar empat jam sehari. Total volume air yang dihasilkan 12.000 liter per hari. Air yang dihasilkan sebagian disimpan dalam tangki air 1.100 liter untuk kebutuhan kegiatan adat di pura setempat. Selebihnya dialirkan ke irigasi milik subak tersebut.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

“Selesai aktivitas di sawah, kami juga bisa bersih-bersih dari air yang tersimpan dalam tangki sebelah Pura,” ujar Wayan.

Bahkan saat upacara Ngaben massal, masyarakat langsung bisa mendapatkan air sumur di lokasi tersebut. Masyarakat tak lagi seperti sebelumnya yang harus membawa ember berisi air dari rumah masing-masing.

“Kondisi kekurangan air saat musim kemarau bisa terselesaikan,” harap Wayan. [WLC02]

Sumber: esdm.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BaliDesa KelikiirigasiKabupaten GianyarKementerian ESDMmusim kemaraupompa air tenaga suryasubak

Editor

Next Post
Gempa di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Minggu, 28 Agustus 2022, pukul 11.58 WIB, dengan magnitudo 5,0. Foto tangkap layar inatews.bmkg.go.id.

Gempa di Kepulauan Sangihe Sulut, Ini Penjelasan BMKG  

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media