Dwikorita mengungkapkan, Tsunami Ready Community bisa segera terbentuk di seluruh penjuru Kota Padang. Karena, perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 5.402.239 penduduk Indonesia yang diperkirakan terancam tsunami.
“Hari ini Tsunami Ready Community telah terbentuk di Kelurahan Purus dan Kelurahan Lolong Belanti. Semoga ini menjadi contoh baik untuk masyarakat Padang lainnya dan segera disusul oleh kelurahan-kelurahan lainnya untuk menjadi masyarakat siaga tsunami selanjutnya,” ungkap Dwikorita.
12 Indikator Tsunami Ready Community
Dwikorita menegaskan, butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat terwujudnya Tsunami Ready Community. Tidak hanya pemerintah, namun juga pihak swasta, akademisi, komunitas, termasuk rekan-rekan media di dalamnya.
Predikat Tsunami Ready Community akan tercapai apabila semua pihak terlibat dengan berkolaborasi dan bersinergi, sehingga 12 indikator yang ditetapkan dapat dipenuhi dengan baik.
Dwikorita menjelaskan, ke-12 indikator itu antara lain telah dipetakan dan didesain zona bahaya tsunami, jumlah orang berisiko di dalam zona bahaya tsunami dapat terestimasi, sumber-sumber ekonomi, infrastruktur, dan politik teridentifikasi, serta adanya peta evakuasi tsunami yang mudah dipahami.
Baca Juga: Waspadai Potensi Bahaya Erupsi Freatik Gunung Sorik Marapi di Madina
Kemudian, sosialisasi, kesadaran masyarakat, dan edukasi tersedia serta terdistribusi. Sosialisasi atau kegiatan edukasi minimal diselenggarakan tiga kali dalam satu tahun, pelatihan bagi dan oleh komunitas tsunami diadakan minimal dua tahun sekali.
“Disetujuinya rencana respons darurat komunitas tsunami serta tersedianya kapasitas untuk pengelolaan operasional respons darurat saat tsunami terjadi,” kata Dwikorita.
Indikator lainnya, sebut Dwikorita, yakni tersedianya sarana yang memadai dan andal untuk menerima peringatan dini tsunami dari otoritas yang berwenang (BPBD) selama 24 jam secara tepat waktu, dan tersedianya sarana yang memadai dan andal untuk menyebarkan peringatan tsunami resmi 24 jam kepada publik setempat secara tepat waktu.
Hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang dan Pencanangan Komunitas Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) dihadiri Wali Kota Padang Hendri Septa, Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, Deputi V Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Zaherman Muabezi Deputi Bidang Geofisika Suko Prayitno, Kepala Balai BMKG Wilayah 1 Hendro Nugroho, dan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang Suaidi Ahadi. [WLC01]
Sumber: Twitter Humas BMKG
Discussion about this post