“Apabila kondisi kita tidak fit tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang akan berakibat merugikan orang lain,” kata Amalia.
Semisal, apabila mengetahui kondisi anak sedang sakit, para orang tua semestinya membiarkan anak beristirahat di rumah. Anak tidak perlu dipaksa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Kalau anak mendapat panggilan vaksinasi, sampaikan saja kondisi anak sedang tidak fit,” kata Amalia.
Baca Juga: Kasus Omicron Menyebar di 150 Negara, Luhut: Tahan Dulu Jalan-jalan ke Luar Negeri
Dan orang tua harus aktif bertanya kepada pihak sekolah mengenai penjadwalan ulang vaksinasi untuk anaknya. Mengingat pemerintah atau pihak sekolah menyediakan opsi juga untuk penjadwalan ulang, meskipun dilaksanakan di puskesmas.
Sementara Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban melalui akun Twitter @ProfesorZubairi mengingatkan kepada publik untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlenih dahulu.
“Jangan remehken Omicron meski gejalanya ringan. Ketika aksus meledak, tetap saja rumah sakit akan penuh. Fasilitas kesehatan terganggu an PTM 100 persen yang baru dimulai bisa tertunda lagi,” papar Zubairi. [WLC02]
Discussion about this post