Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pulau Pamujan, Punya Tutupan Mangrove Asri Tetapi Terancam Abrasi

Dengan pengembangan pariwisata bawah laut di kawasan ini diharapkan dapat menjadi media untuk konservasi sekaligus rehabilitasi kawasan.

Minggu, 9 November 2025
A A
Berperahu menuju Pulau Pamujan di Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten. Foto Dok. ITB.

Berperahu menuju Pulau Pamujan di Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten merupakan desa di kawasan pesisir yang dikenal sebagai sentra bandeng dan penghasil berbagai olahan bandeng. Lokasinya berada di Kecamatan Pontang dan berjarak kurang lebih 30 km atau sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Serang.

Salah satu makanan khas yang dihasilkan masyarakat Domas adalah Bontot, yang terbuat dari ikan payus, yakni ikan bandeng jantan. Olahan ini menjadi cendera mata khas Serang dan dikenal luas masyarakat luar kota. Namun, Domas belum banyak dikenal wisatawan yang berkunjung ke kawasan Serang dan sekitarnya.

Salah satu potensi pariwisata Desa Domas adalah keberadaan Pulau Pamujan. Pulau ini memiliki tutupan mangrove dan berbagai tanaman yang masih sangat asri. Pasirnya coklat dengan hamparan serpihan cangkang karang maupun sisa terumbu di beberapa sisinya menjadikan tempat ini memiliki pesona unik.

Baca juga: Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) ITB melakukan kunjungan ke sana awal Oktober 2025.

Tim dipimpin Mohammad Zaini Dahlan, ahli arsitektur lanskap pariwisata dan didukung tim yang terdiri atas Yani Adriani, Abadi Raksapati, Syafira Ayudarechta TW, Agus Alfinanda, dan Dini Syinta. Mereka mengidentifikasi beberapa potensi pengembangan pariwisata di Pulau Pamujan Besar, baik yang dapat dikembangkan mandiri masyarakat dan Pemerintah Desa Domas, maupun pihak ketiga dengan skema kemitraan yang saling menguntungkan.

Potensi pariwisata Pamujan Besar

Pulau Pamujan Besar merupakan pulau yang kerap digunakan nelayan di utara Banten untuk rehat di sela-sela mencari ikan. Saat ini, tidak ada bangunan permanen di Pulau tersebut. Hanya beberapa bangunan tempat beristirahat nelayan yang terbuat dari bambu.

Baca juga: Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Pulau Pamujan Besar menyimpan pesona yang dapat dikembangkan lebih jauh sebagai daya tarik wisata, seperti wisata memancing. Warga maupun para penggemar mancing dari berbagai kota, seperti Tengerang, Jakarta, Bekasi dan kota-kota lainnya biasa datang ke sana. Pasar wisata memancing yang telah ada dapat dikembangkan lebih jauh dengan menyasar para pemancing amatir dan rekreatif untuk dapat berekreasi di kawasan ini.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DPMK ITBKabupaten SerangPulau Pamujantutupan mangrove

Editor

Next Post
Ilustrasi ancaman perubahan iklim bagi masa depan anak. Foto Pexels/pixabay.com

Jejaring CSO Ajak Anak Muda Pantau Negosiasi Solusi Iklim Indonesia di COP 30 

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media