Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Puluhan Perusahaan Pelaku Karhutla Digugat KLHK, 12 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan akan terus menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan melalui proses hukum. Baik berupa sanksi pidana penjara maupun denda.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto Geralt/pixabay.com.

Ilustrasi kebakaran hutan. Foto Geralt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat ini ada 22 perusahaan terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digugat KLHK. Sebanyak 12 perkara di antaranya sudah berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

“KLHK tengah mempersiapkan proses eksekusi atas perusahaan-perusahaan pembakar hutan dan lahan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Direktorat Penegakan Hukum KLHK, Jasmin Ragil Utomo dalam siaran pers yang dilansir dari laman menlhk.go.id, Selasa, 18 Januari 2022.

Dia mencontohkan, dua perusahaan yang tengah digugat KLHK antara lain PT RKA di Kalimantan Barat dan PT ABS di Kalimantan Selatan. Keduanya diduga telah menyebabkan kebakaran lahan di konsesi dua perusahaan tersebut. KLHK mengajukan gugatan ganti rugi secara perdata terhadap PT RKA sebesar Rp1 triliun atas karhutla seluas 2.560 hektare ke Pengadilan Negeri Sintang Kalbar dan PT ABS senilai Rp752,2 miliar atas karhutla 1.500 hektare ke PN Jakarta Pusat.

Baca Juga: Ada Elang Caraka dan SPORC untuk Amankan Hutan, Begini Cara Kerjanya

Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani menegaskan, gugatan terhadap dua perusahan ini harus menjadi pembelajaran bagi perusahaan lainnya agar lebih serius mencegah dan mengendalikan kebakaran di area konsesi mereka.

“Kami sangat serius menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan dan tidak berhenti melawan pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Rasio.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ekosistem lingkunganganti rugikarhutlaKejahatan lingkunganKLHKpidana penjara

Editor

Next Post
Ilustrasi peta dunia. Foto uii.ac.id.

Asia dan Afrika Dijajah Eropa dengan Kolonialisme, Ini Perbedaannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Rapat dengar pendapat dan rapat kerja KLH/BPLH dengan Komisi XII DPR di SEnayan, jakarta. Foto Dok. KLH/BPLH.Pengelolaan Sampah dengan Partisipasi Publik Jadi Prioritas KLH Tahun 2027
    In News
    Rabu, 17 Juni 2026
  • Kerusakan bangunan akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Foto Dok. BPBD Palu.Gempa Bumi Sigi M6,7 Gempa Dangkal yang Dipicu Sesar Sausu
    In Bencana
    Selasa, 16 Juni 2026
  • Kolaborasi KLH/BPLH dengan TNI dalam pengelolaan sampah di Bali, 24 Maret 2025. Foto Dok. KLH/BPLH.Walhi Tolak Pelibatan Tentara dalam Pengelolaan Sampah
    In News
    Selasa, 16 Juni 2026
  • Investigasi untuk mencari sumber api di sebuah rumah di Seyegan, Sleman. Foto Dok. FT UGM.Titik Api di Seyegan Dipantik Gas Hidrogen Limbah Sisa Pemotongan Ayam
    In News
    Senin, 15 Juni 2026
  • Ratusan personel BP Batam lakukan pematokan sepihak untuk pembangunan Sekolah Merah Putih di Pulau Rempang. Foto Walhi Riau.Usai Proyek Eco City, Pulau Rempang Dipatok Sepihak untuk Sekolah Merah Putih
    In Lingkungan
    Senin, 15 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media