Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Puncak Kemarau Agustus-September, Potensi Karhutla Meluas di Sumatera dan Kalimantan

Senin, 28 Juli 2025
A A
Karhutla di Nunukan, kalimantan Utara, 24 Juli 2025. Foto Dok. BNPB.

Karhutla di Nunukan, kalimantan Utara, 24 Juli 2025. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

BMKG mendorong pemanfaatan data iklim dan prediksi cuaca ekstrem secara strategis. Gubernur dan kepala daerah diminta rutin memantau laporan BMKG sebagai dasar dalam pengambilan Keputusan, mulai dari pelaksanaan OMC, pengerahan pasukan darat, hingga edukasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat daerah dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengantisipasi risiko karhutla.

Pemerintah mengandalkan OMC

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengklaim OMC menjadi instrumen penting pencegahan karhutla yang berbasis data, bukan sekadar eksperimen. Keberhasilan OMC tidak hanya bergantung pada aspek teknis seperti penyemaian garam, terutama pada ketepatan waktu dan lokasi yang ditentukan analisis cuaca presisi dari BMKG.

Baca juga: Varietas Padi IPB 11S Bepe Cocok Ditanam di Lahan Dekat Pantai

“Kolaborasi ini memungkinkan tindakan cepat sebelum api meluas, terutama di wilayah-wilayah rawan yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” kata Raja Juli.

BNPB dalam laporannya menyebutkan, hingga pertengahan tahun ini telah terjadi 278 kejadian karhutla. Di Riau, operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, dan relawan dengan dukungan OMC dan helikopter water bombing, berhasil menekan eskalasi, meski situasi belum sepenuhnya aman.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi karhutla. Ia menyatakan keberhasilan penanganan karhutla bukan semata soal jumlah personil atau peralatan, tapi bagaimana semua pihak bekerja serempak, cepat, dan terorganisir.

“Walaupun sudah ada kebakaran di mana-mana, kalau kita bekerja bersatu padu, saya kira itu bisa segera diatasi. Contohnya di Riau kemarin, semua unsur bergerak serentak. Langkah-langkahnya tidak perlu saya uraikan satu per satu, tapi pendekatan itu akan kami terapkan di wilayah lain jika kondisinya serupa,” kata Suharyanto. [WLC02]

Sumber: BMKG, Kementerian Kehutanan, BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGBNPBkarhutlaKementerian Kehutananpuncak kemarau

Editor

Next Post
Ilustrasi satwa laut yang dilindungi. Foto Dok. KKP.

KKP Tingkatkan Pengelolaan Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media