Senin, 7 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rafflesia zollingeriana, Tumbuhan Langka yang Mekar untuk Diselamatkan

Rafflesia bukan sekadar bunga besar, tetapi simbol kompleksitas, keunikan, dan urgensi konservasi flora Indonesia.

Minggu, 27 April 2025
A A
Rafflesia zollingeriana di Hutan Kalipuro, Banyuwangi. Foto BBKSDA Jatim.

Rafflesia zollingeriana di Hutan Kalipuro, Banyuwangi. Foto BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Adalah Rafflesia zollingeriana. Tanaman ini tak memiliki daun. Tak juga memiliki batang. Tubuhnya pun tak tumbuh tinggi menjulang seperti pepohonan di sekelilingnya. Namun saat mekar, mencuri seluruh perhatian para penghuni hutan.

Saat mekar, kelopaknya merah tua bertotol putih yang terbuka sempurna. Aroma busuk yang menyengat menguar, bukan untuk manusia. Melainkan untuk memikat lalat penyerbuk yang menjadi bagian dari strategi reproduksinya.

Keberadaan Rafflesia zollingeriana tersembunyi di belantara Kalipuro, Banyuwangi Utara, di petak sunyi hutan alam sekunder RPH Gombeng. Hidupnya merupakan satu keajaiban yang nyaris luput dari sorotan publik. Dalam senyap semak dan lebatnya tajuk, spesies langka yang endemik di Pulau Jawa ini kembali menunjukkan kehadirannya yang mencengangkan.

Baca juga: Atasi Masalah Sampah, Kampus Libatkan Mahasiswa dan Pemerintah Ajak Tentara

Pada 23 April 2025, tim Resor KSDA Wilayah 13 bersama peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyusuri rimba lebat di kaki Pegunungan Ijen. Di tempat yang bukan sekadar hutan, tercatat setidaknya 36 titik koloni Rafflesia zollingeriana, sehingga menjadikannya salah satu kantong populasi alami terpenting bagi spesies ini. Saat penyisiran dilakukan, ditemukan tiga bunga yang sedang mekar.

Kisahnya tak berhenti pada bunga yang sedang mekar. Di setiap lokasi temuan, para pengamat mencatat satu fakta luar biasa. Hampir selalu dijumpai calon-calon bunga baru yang siap mekar di waktu mendatang.

Bahkan menurut Polisi Kehutanan sekaligus Kepala RKW 13 Banyuwangi, Nurul Huda Sani, pada salah satu titik ditemukan lebih dari 20 knop bunga Rafflesia yang tersembunyi di balik humus dan akar inangnya.

Baca juga: KKP Genjot Ekspor Ikan, Pakar Ingatkan Stok Ikan Laut Terdampak Perubahan Iklim

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten BanyuwangiRafflesia zollingerianatumbuhan langka

Editor

Next Post
Simulasi bencana gempa oleh pelajar SMA dalam peringatan HKB 2025 di Mataram, NTB, 26 April 2025. Foto Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB.

HKB 2025, Uji Publik Rancangan Peraturan BNPB di Mataram hingga Tanam Aren di Serdang Bedagai

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media