Rabu, 30 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rahma Widyanti, Perempuan Rimbawan yang Menjelajah di Empat Daerah

Ia adalah salah satu "Pejuang Kilometer" karena pekerjaannya bukan tentang tinggal di satu pos, tapi menjelajah dan menjangkau.

Senin, 21 April 2025
A A
Kepala Ressort di BBKSDA Jawa Timur, Rahma Widyanti (tengah). Foto Dok. KSDAE KLHK.

Kepala Ressort di BBKSDA Jawa Timur, Rahma Widyanti. (tengah). Foto Dok. KSDAE KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap langkah Rahma adalah keputusan. Sebagai seorang ibu dengan anak kecil, dan seorang istri yang terpisah jarak dari suami, hidupnya adalah arena kompromi yang tak selalu adil. Kadang, konflik satwa datang saat ia sedang menidurkan anak. Kadang, evakuasi satwa memaksanya pulang tengah malam dengan tubuh letih dan batin gamang.

Baca juga: Gunung Argopuro dan Aliran Sungai Kolbu di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

“Tugas ini memang pilihan. Tapi tidak boleh ada yang benar-benar dikorbankan,” ucap dia lirih.

Kalimat itu mengendap dalam, seolah menyiratkan kesunyian seorang Kartini yang tak banyak diceritakan.

Namun di balik kesulitan itu, ada kebahagiaan kecil namun bermakna besar. Seperti ketika seekor satwa berhasil dievakuasi tanpa terluka, atau saat warga yang semula menolak akhirnya bersedia melepaskan satwa peliharaan liar ke alam. Rahma menyebutnya “kemenangan sunyi”, karena tidak selalu mendapat sorotan, namun berdampak nyata.

Baca juga: Pembangunan PLTN Mulai 2030, BRIN Ingatkan Perubahan Desain dan Keamanan

Di Hari Kartini ini, Rahma Widyanti bukan sedang memperjuangkan emansipasi dalam pidato, tapi dalam langkah nyata di lapangan. Ia adalah gambaran Kartini masa kini, yang mengenakan seragam rimbawan, memegang alat dokumentasi satwa, dan berani mengambil keputusan dalam sunyi.

Dunia konservasi bukan milik laki-laki saja. Alam pun tak membedakan siapa yang melindunginya, asal dilakukan dengan cinta dan kesungguhan. Dan di tengah medan berat itulah, Rahma tetap berjalan, dengan langkah pasti seorang perempuan, seorang ibu, dan seorang pemimpin  “Pejuang Kilometer”. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Jatimkonflik satwaRahma Widyanti

Editor

Next Post
Aksi peringatan Hari Bumi 2025 di Kalimantan Timur yang mengritisi dampak industri tambang batu bara yang merusak Bumi. Foto Dok. XR Bunga Terung Kaltim.

Ironis, Hari Bumi 2025 Masih Ada Puluhan Ribu Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media