Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ramai-ramai Pejabat dan TNI Menanam Mangrove

Rabu, 17 Mei 2023
A A
Presiden Jokowi, para menteri dan TNI menanam mangrove di Angke. Foto Dok. BPMI Setpres.

Presiden Jokowi, para menteri dan TNI menanam mangrove di Angke. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat hutan mangrove atau bakau yang ada di Tanah Air. Data Bank Dunia (World Bank) disebutkan, bahwa Indonesia memiliki setidaknya 3,5 juta hektare mangrove. Luasannya tersebut setara dengan 23 persen dari total seluruh populasi mangrove di dunia dengan persebarannya dalam 92 spesies.

Populasi mangrove tersebut dapat membantu mengatasi dampak setidaknya 3,1 miliar ton karbon, setara dengan emisi yang dihasilkan oleh 2,5 miliar kendaraan bermotor. Kondisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi mangrove terbesar di dunia.

Namun, populasi mangrove mengalami penurunan yang signifikan di berbagai daerah di Indonesia. Ekspansi budidaya tambak, konversi lahan menjadi kelapa sawit, dan pengalihgunaan lahan menjadi daerah perkotaan menjadi beberapa penyebab berkurangnya lahan mangrove di Indonesia. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga: Dampak Siklon Mocha, Utara Indonesia Alami Kekeringan

“Itu yang harus dirawat, dipelihara. Tempat-tempat yang kritis ditanami kembali sehingga jangan sampai ada hutan mangrove yang rusak,” ucap Jokowi saat menghadiri Puncak Penanaman Mangrove Nasional secara serentak oleh Jajaran TNI di Seluruh Indonesia Tahun 2023 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, 15 Mei 2023.

Hadir dalam acara tersebut, yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja.

Juga Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Baca Juga: GPS Collar Mitigasi Konflik Gajah Sumatera Liar di Sumatera Selatan

Jokowi menjelaskan, hutan mengrove penting untuk mengembalikan habitat alam hewan maupun tumbuhan, terutama untuk melindungi daerah pesisir. Ia menilai habitat alam di TWA Angke Kapuk sudah mulai membaik yang ditandai dengan kembalinya habitat untuk kepiting, ikan, ada biawak, ada monyet. Dan kini burung elang sudah kembali berdatangan.

“Saya kira proses menanam kembali hutan mangrove tidak hanya di sini saja, tetapi terus, terus, terus dilakukan,” tegas Jokowi.

Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah daerah yang tersebar di seluruh Tanah Air. Pangkoarmada II Laksda TNI Maman Firmansyah yang ikut dalam kegiatan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur menyebutkan penanaman mangrove di sana di dua lokasi dengan total 20 ribu pohon.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: daerah pesisirHutan mangrovePenanaman Mangrove Nasionalpopulasi mangrovePresiden Joko WidodoTNI

Editor

Next Post
DAS Oyo di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

Mengadvokasi Hak-hak DAS Sebagai Sumber Peradaban

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media