Selasa, 11 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

GPS Collar Mitigasi Konflik Gajah Sumatera Liar di Sumatera Selatan

Senin, 15 Mei 2023
A A
Tim pemasangan GPS Collar pada gajah sumatera liar di habitatnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Foto ppid.m

Tim pemasangan GPS Collar pada gajah sumatera liar di habitatnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Foto ppid.m

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya mitigasi konflik gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar dengan manusia di Provinsi Sumatera Selatan, kembali dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dengan memasang Global Positioning System Collar (GPS Collar) kepada kelompok gajah sumatera liar dengan jumlah 13 ekor.

Pemasangan GPS Collar dilakukan pada ‘pimpinan’ gajah sumatera liar berkelamin betina yang diberinama Meisya dengan berusia sekitar 25 tahun dengan bobot 2,7 ton.

Langkah mitigasi konflik gajah sumatera liar dengan manusia di Sumatera Selatan ini merupakan yang ketiga kali dilakukan dalam kurun waktu 2022 hingga 2023.

Baca Juga: Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Pada tahun 2022, BKSDA Sumatera Selatan melakukan pemasangan GPS Collar terhadap dua kelompok gajah sumatera liar yakni kelompok Meilani berjumlah 34 ekor gajah, dan kelompok Meissi berjumlah 14 ekor gajah.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Ujang Wisnu Barata menyebutkan, kawasan Sugihan-Simpang Heran merupakan areal habitat gajah yang memiliki luas sekitar 632 ribu hektar, merupakan koridor di kawasan hutan produksi.

“Koridor tersebut didelineasi atas dasar pertimbangan jejak kehadiran dan hasil monitoring berkala,” kata Ujang.

Pemasangan GPS Collar berhasil dilakukan pada Minggu, 14 Mei 2023 lalu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Sumatera SelatanGajah Sumateragajah sumatera liarGPS CollarKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajah

Editor

Next Post
Siklon Mocha. Foto @VortixWx/twitter.com.

Dampak Siklon Mocha, Utara Indonesia Alami Kekeringan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media