Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

GPS Collar Mitigasi Konflik Gajah Sumatera Liar di Sumatera Selatan

Senin, 15 Mei 2023
A A
Tim pemasangan GPS Collar pada gajah sumatera liar di habitatnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Foto ppid.m

Tim pemasangan GPS Collar pada gajah sumatera liar di habitatnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Foto ppid.m

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya mitigasi konflik gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar dengan manusia di Provinsi Sumatera Selatan, kembali dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dengan memasang Global Positioning System Collar (GPS Collar) kepada kelompok gajah sumatera liar dengan jumlah 13 ekor.

Pemasangan GPS Collar dilakukan pada ‘pimpinan’ gajah sumatera liar berkelamin betina yang diberinama Meisya dengan berusia sekitar 25 tahun dengan bobot 2,7 ton.

Langkah mitigasi konflik gajah sumatera liar dengan manusia di Sumatera Selatan ini merupakan yang ketiga kali dilakukan dalam kurun waktu 2022 hingga 2023.

Baca Juga: Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Pada tahun 2022, BKSDA Sumatera Selatan melakukan pemasangan GPS Collar terhadap dua kelompok gajah sumatera liar yakni kelompok Meilani berjumlah 34 ekor gajah, dan kelompok Meissi berjumlah 14 ekor gajah.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Ujang Wisnu Barata menyebutkan, kawasan Sugihan-Simpang Heran merupakan areal habitat gajah yang memiliki luas sekitar 632 ribu hektar, merupakan koridor di kawasan hutan produksi.

“Koridor tersebut didelineasi atas dasar pertimbangan jejak kehadiran dan hasil monitoring berkala,” kata Ujang.

Pemasangan GPS Collar berhasil dilakukan pada Minggu, 14 Mei 2023 lalu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Sumatera SelatanGajah Sumateragajah sumatera liarGPS CollarKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajah

Editor

Next Post
Siklon Mocha. Foto @VortixWx/twitter.com.

Dampak Siklon Mocha, Utara Indonesia Alami Kekeringan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media