Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Siklon Mocha, Utara Indonesia Alami Kekeringan

Selasa, 16 Mei 2023
A A
Siklon Mocha. Foto @VortixWx/twitter.com.

Siklon Mocha. Foto @VortixWx/twitter.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ahli klimatologi dan perubahan iklim di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin mengingatkan keberadaan Siklon Mocha berkekuatan super atau masuk kategori 5 alias dahsyat atau severe TC baru pertama kali terjadi di Teluk Benggala. Siklon tersebut akan mendarat pada kekuatan super tersebut.

Melalui akun Twitter-nya, @EYulihastin pada 15 Mei 2023, ia mengunggah peta iklim tentang gambaran sikon tersebut yang tengah berputar-putar dan meluas dengan warna hijau, kuning, merah dan ungu dari akun @VortixWx.

Akun tersebut menjelaskan, ATCF telah meningkatkan kecepatan angin #Mocha ke topan Kategori 5 dengan kecepatan angin 140kt (160mph) dan tekanan 919mb. Ini adalah siklon C5 pertama di cekungan sejak Amphan ’20. Badai berbahaya ini akan berada pada atau mendekati intensitas ini saat mendarat. #tropicswx #MochaCyclone.

Baca Juga: GPS Collar Mitigasi Konflik Gajah Sumatera Liar di Sumatera Selatan

Ada dua siklon yang tengah menjadi perhatiannya. Siklon tropis Mocha di Teluk Benggala menuju Myanmar. Siklon Faben menuju Samudra Hindia bagian barat. Keduanya menjauhi Indonesia.

Dampak pergerakan kedua siklon menimbulkan Indonesia clear sky sehingga panas terik akan kita alami hingga beberapa hari mendatang.

“Dampaknya kering di utara Indonesia karena awan-awan tertarik ke Mocha,” kata Erma dalam akunnya.

Baca Juga: Perlu Dana Bagi Hasil APBN untuk Kawasan Konservasi dalam RUU KSDAHE

Siklon tropis Mocha di Teluk Benggala semakin bergerak ke utara. Vorteks di Samudra Hindia telah berubah menjadi badai tropis 92S yang berdampak membentuk formasi bibit vorteks baru di dekat Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Kondisi tersebut memicu hujan sporadis di Jawa bagian barat pada sore-malam.

Sementara Guru Besar Bidang Biooptika Universitas Airlangga (Unair), Prof. Retna Apsari juga memprediksi ada peningkatan temperatur dan paparan sinar Ultraviolet (UV) di Indonesia. Meskipun kondisi sinar UV yang ekstrem beberapa waktu lalu telah terlewati, tetapi bahaya peningkatan paparan sinar UV belum usai.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bibit vorteks baruBRINlapisan ozonpemanasan globalSiklon Mochasinar UVUnair

Editor

Next Post
Presiden Jokowi, para menteri dan TNI menanam mangrove di Angke. Foto Dok. BPMI Setpres.

Ramai-ramai Pejabat dan TNI Menanam Mangrove

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media