Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Represi Tragedi 234 di Wadas, Gempadewa Tuntut Tambang Andesit Dibatalkan

Selasa, 25 April 2023
A A
Peringatan tragedi 23 April 2021 yang represif di Wadas. Foto istimewa.

Peringatan tragedi 23 April 2021 yang represif di Wadas. Foto istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Aktivitas Lempeng Laut Maluku Picu Gempa 6,4 Magnitudo di Kepulauan Talaud

Batu andesit dari Wadas akan digunakan untuk membangun Bendungan Bener yang ditetapkan Presiden Joko Widodo menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Sedangkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kemudian diperpanjang lagi perizinannya. Sementara Ganjar menjadi calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan konstitusi UUD 1945, warga Wadas berhak atas lingkungan hidup yang lestari dan berkelanjutan. Warga Wadas menolak tambang andesit di desa mereka karena berpotensi merusak lingkungan, meningkatkan risiko bencana alam (banjir dan longsor), dan hilangnya mata pencaharian sebagai petani karena tanah pertanian jadi lokasi tambang.

“Saat ini, rencana tambang andesit itu sudah merobek bangunan kerukunan warga Wadas,” ungkap Siswanto.

Baca Juga: Masa Lebaran, Menteri Siti Nurbaya Prediksi Lonjakan Sampah 49 Ton Lebih

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Julian Duwi Prasetya yang hadir dalam peringatan itu mengatakan warga perlu memperkokoh persatuan sebagai modal untuk melakukan perlawanan.

“Bentuk kekerasan yang dilakukan negara semakin masif dan tidak dilakukan secara fisik saja,” ujar Julian yang bersama timnya di LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum bagi warga Wadas.

Warga Wadas sudah melakukan berbagai upaya untuk menolak rencana tambang andesit. Namun pemerintah, termasuk Ganjar justru berlaku sewenang-wenang terhadap warga Wadas. Bahkan menggunakan apara kepolisian untuk melakukan kekerasan.

Baca Juga: Aktivitas Lempeng Indo Australia Kembali Picu Gempa di Provinsi Bengkulu

Menurut Gempadewa, pemerintah menunjukan watak aslinya yang melihat alam Wadas hanya sebagai penyimpan batu andesit yang memiliki keuntungan ekonomi tinggi. Pemerintah tidak melihat di alam Wadas ada kehidupan, ada sejarah, dan ada ruang hidup warga Wadas yang tak bisa tergantikan oleh apapun.

Hingga saat ini, pemerintah termasuk Ganjar melakukan represi dan intimidasi dengan cara akan melakukan mekanisme konsinyasi bagi warga Wadas yang tidak menyerahkan tanahnya.

“Pemaksaan dan teror terus saja dilakukan. Capres yang katanya memahami kehendak rakyat, ternyata hanya isapan jempol belaka,” tegas Siswanto.

Baca Juga: Konservasi Orangutan Kalimantan, Pulih dari Luka Jerat Kembali ke Alam Liar

Gempadewa pun menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, menuntut agar pemerintah membatalkan penambangan batu andesit di Wadas. Kedua, pemerintah, termasuk Ganjar Pranowo selaku pelayan rakyat dan yang bertanggung jawab atas kekerasan dan penangkapan sewenang-wenang pada tragedi 23 April 2021 di Wadas harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Ketiga, menghentikan segala upaya pengambilalihan tanah milik rakyat Wadas dengan “mempreteli” hukum. Sebab hukum diciptakan untuk melayani kesejahteraan rakyat, bukan untuk menindas rakyat.
Keempat, pemerintah, termasuk Ganjar Pranowo harus memastikan agar segala bentuk represi seperti kekerasan, penangkapan dan lain-lain tidak dilakukan lagi terhadap warga Wadas dan siapa saja yang menyatakan pendapatnya di muka umum. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Desa WadasGempadewatambang andesitTragedi 234Wadon Wadas

Editor

Next Post
Pusat gempa Mentawai 7,3 magnitudo memicu tsunami di Pulau Tanahbala, Nias Selatan, Sumatera Utara pada Selasa, 25 April 2023. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat pusat gempa BMKG.

Gempa Mentawai 7,3 Magnitudo Picu Tsunami di Pulau Tanahbala Nias Selatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media