Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Retno Iswarin Pujaningsih: Susu Kambing Berkhasiat Meski Tak Sepopuler Susu Sapi

Susu kambing masih kalah populer ketimbang susu sapi. Padahal kandungan MCT untuk menurunkan koleterol dalam susu kambing lebih tinggi daripada susu sapi. Dan dosen Undip ini mengkampanyekan khasiatnya.

Sabtu, 7 Mei 2022
A A
Retno Iswarin Pujaningsih. Foto undip.ac.id.

Retno Iswarin Pujaningsih. Foto undip.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain menciptakan formula multinutrien blok, Retno juga aktif mengkampanyekan susu kambing sebagai nutrisi yang sehat. Belum banyak orang yang paham, bahwa selain dagingnya, air susu kambing sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Masyarakat Indonesia lebih banyak diarahkan mindsetnya untuk mengkonsumsi susu sapi. Iklan tentang air susu yang muncul di media massa adalah air susu sapi. Begitu pun di pasaran juga didominasi air susu dari sapi.

Sementara susu yang berasal dari kambing Etawa atau pun peranakan Etawa belum bisa menggeser kebesaran nama air susu asal sapi. Meskipun kambing Etawa punya kepopuleran sebagai kambing yang mampu memproduksi air susu dengan kualitas bagus. Lantas, mengapa susu kambing masih dianaktirikan?

Baca Juga: Pramaditya Wicaksono: Penginderaan Padang Lamun untuk Pemetaan Karbon

“Susu kambing dianggap prengus dan dapat memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi dan masalah kolesterol, asam urat dan penyakit berat lainnya,” kata Retno.

Padahal aroma prengus itu muncul tergantung dari bagaimana cara mengolahnya. Merebus air susu hingga mendidih akan memicu bau prengus atau bau khas kambing. Selain itu juga menyebabkan denaturasi atau kerusakan protein. Pasteurisasi adalah proses paling tepat untuk menghangatkan susu kambing dan membebaskan cairan lezat sehat itu dari bakteri pathogen.

“Saatnya masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang air susu kambing,” ucap Retno.

Khasiat Susu Kambing

Dalam risetnya, susu kambing juga dapat menurunkan kolesterol apabila dikonsumsi secara rutin. Mengingat susu kambing mengandung Medium Chain Triglyceride (MCT) untuk mengurangi produksi kolesterol dalam tubuh. Susu sapi juga mengandung MCT, tetapi kadar MCT dalam susu kambing lebih banyak (36 persen) dibandingkan susu sapi (21 persen).

MCT adalah jenis lemak makan (dietary fat) berupa senyawa organik, yang tersusun dari ikatan atom karbon dalam bentuk rantai, yang panjangnya 6 – 10. Sedangkan Long Chain Triglycerides (LCT) atau lemak rantai panjang adalah lemak makan yang umum terdapat di makanan atau minuman berlemak yang memiliki panjang rantai 12 – 18. MCT dapat membantu menyuplai ekstra tenaga bagi para penderita diabetes, ginjal dan paru-paru kronik, dimana asupan lemak lainnya tidak dianjurkan untuk digunakan.

Baca Juga: Crab Ball, Teknologi Memanen Kepiting Tanpa Mengganggu Populasi

Lantaran panjang rantai MCT lebih pendek, makanan dapat lebih cepat diabsorpsi oleh tubuh dan lebih cepat dimetabolisir, sehingga kalori dapat segera dikonversi menjadi energi tubuh. Itulah alasan MCT menjadi pilihan tepat bagi yang memerlukan penambahan pasokan energi untuk pertumbuhan, pekerja keras, peningkatan stamina atlit, maupun untuk mengatasi penurunan produksi energi akibat proses penuaan.

Retno memaparkan, ada beberapa manfaat susu kambing bagi kesehatan. Antara lain, mengandung antibodi alami yang memiliki kemampuan menyembuhkan TBC, aman bagi penderita asma karena sisuka tidak memicu terbentuknya dahak, kandungan protein caseinnya lebih sedikit dibandingkan sisupi sehingga aman bagi yang alergi terhadap protein tinggi. Kemudian kandungan laktosa yang lebih rendah daripada sisupi, sehingga bagi orang yang memiliki kadar enzim laktase rendah aman mengonsumsi sisuka.

Dapat dikonsumsi penderita maag karena memiliki mineral alkaline. Mengandung Zn pembentuk sistem kekebalan tubuh, Alfa2- Betacasein dan asam amino esssensial pembentuk insulin yang berguna bagi penderita diabetes, kandungan kalium yang tinggi mencegah arterioskelerosis, tekanan darah tinggi dan rendah (menstabilkan tekanan darah). Serta mengandung Riboflavin (vit B2) dan B3 yang menumbuhkembangkan sel otak dan sistem syaraf sehingga baik bagi kecerdasan anak dan menurunkan frekuensi migrain. [WLC02]

Sumber: undip.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: kambingkambing EtawaLong Chain TriglyceridesMedium Chain Triglyceridemultinutrien blokobat cacingRetno Iswarin Pujaningsihsusu kambingsusu sapiUndip

Editor

Next Post
bisnis restorasi Honda Astrea series. Foto uny.ac.id.

Bebek Restorasi, Bisnis Motor Retro agar 'Bebek' Kembali Baru

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media