Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Retno Iswarin Pujaningsih: Susu Kambing Berkhasiat Meski Tak Sepopuler Susu Sapi

Susu kambing masih kalah populer ketimbang susu sapi. Padahal kandungan MCT untuk menurunkan koleterol dalam susu kambing lebih tinggi daripada susu sapi. Dan dosen Undip ini mengkampanyekan khasiatnya.

Sabtu, 7 Mei 2022
A A
Retno Iswarin Pujaningsih. Foto undip.ac.id.

Retno Iswarin Pujaningsih. Foto undip.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Beternak kambing itu gampang-gampang susah. Apalagi sebagian orang tak tahan dengan aroma kambing yang “lebus” atau “prengus”. Namun kendala itu tak masuk dalam kamus Dosen Bidang Ilmu Teknologi Pengolahan Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Ir. Retno Iswarin Pujaningsih, MAgrSc.

Yang menjadi tantangan baginya adalah kebiasaan peternak kambing di Indonesia umumnya yang masih menggunakan sistem pemeliharaan secara tradisional. Pakan kambing berupa rumput atau pakan hijauan diambil dari lingkungan sekitar, kemudian langsung diberikan pada ternak. Pola itu dapat menjadi perantara penularan cacing melalui larva cacing dalam pakan ke dalam tubuh kambing.

“Walaupun penyakit cacingan tidak langsung menyebabkan kematian, tetapi kerugian ekonomi yang ditimbulkan cukup besar,” tutur Retno.

Penyusupan organisme parasit, terutama cacing ke dalam tubuh ternak hingga berkembang biak (investasi) dalam jumlah banyak sering kali menyebabkan peternak rugi karena menekan produktivitas. Antara lain penurunan berat badan, penurunan produksi susu pada ternak perah, serta peningkatan angka afkir organ tubuh ternak, seperti daging, kulit, dan jeroan.

Baca Juga: Januarti Jaya Ekaputri, Perempuan Periset Beton Peraih Aneka Penghargaan

“Investasi cacing dalam jumlah banyak dapat menurunkan tingkat kekebalan tubuh ternak. Ini memudahkan infeksi berbagai macam penyakit lainnya,” imbuh Retno.

Aktivitas endoparasit menyebabkan produksi sel darah merah menurun yang diikuti dengan penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit. Endoparasit menyebabkan penurunan bobot badan dan anemia pada ternak. Infeksi endoparasit pada tubuh ternak akan direspons dengan bertambahnya jumlah leukosit sebagai upaya pertahanan diri.

Retno dan kambingnya. Foto undip.ac.id.
Retno dan kambingnya. Foto undip.ac.id.

Penanganan cacingan pada ternak dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Namun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, obat cacing kimia dapat menyebabkan resistensi terhadap jenis cacing tertentu. Alternatif pengganti obat cacing adalah dengan memberikan obat cacing herbal.

Seperti apakah obat cacing herbal itu? Hasil riset Retno menunjukkan daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin dan flavonoid yang memiliki aktivitas anthelmintik sehingga dapat dijadikan sebagai anthelmintik. Pemberian daun pepaya sebagai herbal anthelmintik dapat dikombinasikan dengan suplemen pakan untuk menunjang produktivitas ternak.

Baca Juga: Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Kemudian Retno menciptakan formula multinutrien blok yang merupakan pakan pelengkap atau suplemen pakan yang memiliki kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh ternak, seperti mineral, protein, lemak dan serat. Suplemen pakan membantu meningkatkan populasi mikroba rumen sehingga serat kasar dari pakan hijauan dapat tercerna dengan baik.

Mengapa manajemen pakan, selain manajemen indukan dan perkandangan sangat diperhatikan Retno dalam beternak kambing? Karena pakan meliputi 60 persen dari keseluruhan biaya produksi. Namun untuk mengusahakan kambing ternak tidak harus dimulai dengan modal yang sangat besar. Melalui modal yang kecil, ternak kambing dapat dimulai dan tetap akan menghasilkan keuntungan karena perkembangbiakannya relatif cepat.

Mempopulerkan Susu Kambing

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kambingkambing EtawaLong Chain TriglyceridesMedium Chain Triglyceridemultinutrien blokobat cacingRetno Iswarin Pujaningsihsusu kambingsusu sapiUndip

Editor

Next Post
bisnis restorasi Honda Astrea series. Foto uny.ac.id.

Bebek Restorasi, Bisnis Motor Retro agar 'Bebek' Kembali Baru

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media