Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Reza Cordova, Cemaran Mikroplastik Terindikasi dalam Udara di 18 Kota Pesisir di Indonesia

Hujan itu tidak berbahaya. Yang berbahaya justru perilaku manusia yang membuang sampah dan memproduksi plastik tanpa pengelolaan.

Selasa, 28 Oktober 2025
A A
Peneliti BRIN, M. Reza Cordova menjelaskan asal muasal mikroplastik dalam air hujan. Foto Dok. Sekolah Air Hujan.

Peneliti BRIN, M. Reza Cordova menjelaskan asal muasal mikroplastik dalam air hujan. Foto Dok. Sekolah Air Hujan.

Share on FacebookShare on Twitter

Penelitian dilakukan selama 12 bulan dengan memasang perangkap hujan setinggi sekitar 28 meter. Dari hasil pengumpulan sampel, ditemukan antara 3 hingga 40 partikel mikroplastik per meter persegi per hari, dengan rata-rata 15 partikel.

Baca juga: Varian Virus Influenza Berbeda, Respons Kekebalan Tubuh Berpotensi Lambat

Artinya, pada area seluas 1.000 meter persegi, terdapat sekitar 15.000 partikel plastik yang jatuh setiap hari. Partikel-partikel tersebut dapat berpindah ke berbagai wilayah melalui embusan angin, sehingga dampaknya tidak terbatas hanya pada satu kawasan.

Dampak limbah plastik

Penyebaran mikroplastik di udara merupakan persoalan yang serius. Namun, ia menegaskan air hujan pada dasarnya tetap bersih dan membawa manfaat. Yang menjadi sumber masalah adalah perilaku manusia dalam mengelola limbah plastik.

“Hujan itu tidak berbahaya. Yang berbahaya justru perilaku manusia yang membuang sampah dan memproduksi plastik tanpa pengelolaan,” jelas dia.

Baca juga: Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut Lewat Pendekatan Ekohidrologi

Sebab ketika hujan turun, air hujan membantu “menyapu” polutan di udara dan menurunkannya ke tanah. Namun, jika tanah sudah tercemar, maka polutan tersebut hanya berpindah dari satu medium ke medium lain. Dengan kata lain, hujan tidak menyebabkan pencemaran, tetapi menjadi bagian dari proses alam yang membersihkan udara dari partikel berbahaya.

Melalui riset ini, Reza berharap masyarakat dapat memahami bahwa air hujan tetap dapat dimanfaatkan secara aman. Asalkan sumber pencemarannya dikelola dengan baik. Hujan tetap menjadi berkah, apabila manusia mampu menjaga keseimbangan alam. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Air Hujanpartikel plastikSekolah Air Hujantercemar mikroplastik

Editor

Next Post
Kayu sagu laminasi. Foto Dok. Direktorat PUI UGM.

Kayu Laminasi, Solusi Keterbatasan Kayu Solid Akibat Alih Fungsi Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media