Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rice Cooker Gratis Kurangi Impor LPG, DPR: Emak-emak Lebih Butuh Pangan Murah

Kamis, 12 Oktober 2023
A A
Ilustrasi rice cooker. Foto Hans/pixabay.com

Ilustrasi rice cooker. Foto Hans/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengkritisi program bantuan alat masak nasi (rice cooker) gratis dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal saat ini harga beras melambung tinggi. Alih-alih bantuan alat masak yang memakan anggaran besar, menurut Kurniasih yang dibutuhkan masyarakat adalah harga pangan murah dan terjangkau.

“Sederhana saja, saat ini harga beras lagi tinggi-tingginya. Yang diperlukan emak-emak hari ini adalah pangan murah, itu saja. Kendalikan harga pangan agar terjangkau dan murah, itu lebih prioritas dibandingkan program bagi-bagi rice cooker yang menelan anggaran besar ini,” papar Kurniasih dalam keterangannya di Jakarata pada 11 Oktober 2023.

Pengadaan alat memasak berbasis listrik tersebut dianggarkan Rp340 miliar untuk 680.000 calon penerima manfaat. Menurut Kurniasih, masyarakat akan lebih terbantu dengan subsidi bantuan harga pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Delegasi Muda Sepakati 4 Poin Deklarasi Pemuda AIS

Kurniasih menuturkan kebijakan bagi-bagi rice cooker tersebut paradoks. Satu sisi, Kementerian Dalam Negeri meminta agar masyarakat beralih dari mengonsumsi beras ke ubi-ubian karena harga beras melambung. Namun Kementerian ESDM justru memberikan bantuan alat memasak nasi dengan anggaran besar.

“Rakyat diminta makan ubi-ubinya karena beras mahal, namun diberikan bantuan alat memasak nasi. Daripada kebijakan tidak sinkron, pastikan harga pangan pokok terjangkau. Itu saja yang dibutuhkan emak-emak Indonesia,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Kurangi Impor LPG
Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga. Aturan turunan berupa Petunjuk Teknis Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik (AML) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 548.K/TL.04/DJL.3/2023 juga telah diterbitkan.

Baca Juga: KTT AIS Forum 2023 Dibuka, Ini Tiga Pesan Presiden Jokowi

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu menyampaikan program pemberian AML pada 2023 merupakan insentif kepada rumah tangga yang memenuhi kriteria tertentu.

“Tujuan program ini adalah menjamin akses energi bersih yang terjangkau, andal dan berkelanjutan. Juga untuk mengurangi impor LPG yang digunakan untuk memasak, meningkatkan konsumsi listrik perkapita, serta mendukung teknologi memasak yang lebih bersih,” ujar Jisman di Jakarta pada 9 Oktober 2023.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Alat Memasak Berbasis Listrikharga pangan murahKementerian ESDMrice cookersubsidi impor LPGWakil Ketua Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati

Editor

Next Post
Warga Seruyan yang menuntut hak atas plasma mendapat kekerasan aparat. Foto lbhmakassar.org.

Konflik Sawit di Seruyan, DPR Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media