Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KTT AIS Forum 2023 Dibuka, Ini Tiga Pesan Presiden Jokowi

Rabu, 11 Oktober 2023
A A
Para pemimpin negara peserta KTT AIS Forum 2023. Foto Dok. Media Center AIS Forum 2023.

Para pemimpin negara peserta KTT AIS Forum 2023. Foto Dok. Media Center AIS Forum 2023.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada tiga pesan disampaikan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk didorong dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023. Ketiganya diharapkan menjadi panduan arah kerja sama dan kolaborasi negara pulau dan kepulauan.

Pertama, solidaritas, kesetaraan, dan inklusifitas yang harus menjadi prinsip dan pegangan bersama. Kedua, prioritas pada kerja sama konkret yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Ketiga, kerangka kerja sama yang tangguh dan dinamis untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan.

“Ketiganya merupakan medium penghubung antarnegara pulau dan kepulauan yang perlu dijaga. Dengan komitmen saling menjaga laut akan membuat lautan menjadi lebih lestari,” kata Jokowi saat membuka KTT AIS Forum yang pertama di kawasan BNDCC, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada 11 Oktober 2023.

Baca Juga: Warga Melayu Rempang Bersalawat dan Berpantun Tolak Relokasi

Jokowi menyatakan, Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah KTT AIS Forum pertama. Indonesia akan menjadikan forum tersebut sebagai momentum untuk menguatkan kolaborasi antaranegara pulau dan kepulauan.

“Laut bukanlah pemisah antardaratan, tapi pemersatu antar daratan. Laut justru perekat dan penghubung antar daratan,” ujar Jokowi.

Negara pulau dan kepulauan harus dapat menjalin kerja sama dalam upaya mengatasi berbagai tantangan yang timbul akibat perubahan iklim. Khususnya, dalam persoalan kenaikan air laut, tata kelola sumber daya laut, dan pencemaran laut. Solidaritas negara sangat penting untuk menghasilkan langkah-langkah strategis, konkret dan taktis dalam penyelesaian masalah bersama.

Baca Juga: Kerumitan Kelola Hutan untuk Pembangunan dan Penurunan Emisi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekonomi biruKTT AIS Forum 2023negara pulau dan kepulauanperubahan iklim

Editor

Next Post
Delegasi muda KTT AIS Forum 2023. Foto Dok. BPMI Setpres.

Delegasi Muda Sepakati 4 Poin Deklarasi Pemuda AIS

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media