Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KTT AIS Forum 2023 Dibuka, Ini Tiga Pesan Presiden Jokowi

Rabu, 11 Oktober 2023
A A
Para pemimpin negara peserta KTT AIS Forum 2023. Foto Dok. Media Center AIS Forum 2023.

Para pemimpin negara peserta KTT AIS Forum 2023. Foto Dok. Media Center AIS Forum 2023.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada tiga pesan disampaikan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk didorong dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023. Ketiganya diharapkan menjadi panduan arah kerja sama dan kolaborasi negara pulau dan kepulauan.

Pertama, solidaritas, kesetaraan, dan inklusifitas yang harus menjadi prinsip dan pegangan bersama. Kedua, prioritas pada kerja sama konkret yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Ketiga, kerangka kerja sama yang tangguh dan dinamis untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan.

“Ketiganya merupakan medium penghubung antarnegara pulau dan kepulauan yang perlu dijaga. Dengan komitmen saling menjaga laut akan membuat lautan menjadi lebih lestari,” kata Jokowi saat membuka KTT AIS Forum yang pertama di kawasan BNDCC, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada 11 Oktober 2023.

Baca Juga: Warga Melayu Rempang Bersalawat dan Berpantun Tolak Relokasi

Jokowi menyatakan, Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah KTT AIS Forum pertama. Indonesia akan menjadikan forum tersebut sebagai momentum untuk menguatkan kolaborasi antaranegara pulau dan kepulauan.

“Laut bukanlah pemisah antardaratan, tapi pemersatu antar daratan. Laut justru perekat dan penghubung antar daratan,” ujar Jokowi.

Negara pulau dan kepulauan harus dapat menjalin kerja sama dalam upaya mengatasi berbagai tantangan yang timbul akibat perubahan iklim. Khususnya, dalam persoalan kenaikan air laut, tata kelola sumber daya laut, dan pencemaran laut. Solidaritas negara sangat penting untuk menghasilkan langkah-langkah strategis, konkret dan taktis dalam penyelesaian masalah bersama.

Baca Juga: Kerumitan Kelola Hutan untuk Pembangunan dan Penurunan Emisi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekonomi biruKTT AIS Forum 2023negara pulau dan kepulauanperubahan iklim

Editor

Next Post
Delegasi muda KTT AIS Forum 2023. Foto Dok. BPMI Setpres.

Delegasi Muda Sepakati 4 Poin Deklarasi Pemuda AIS

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media