Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Konflik gajah liar dengan warga yang terus terjadi mendorong para stakeholder di Riau merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Senin, 18 Juli 2022
A A
Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tidak heran kalau gangguan gajah liar semakin meningkat dengan luas daerah gangguan yang meluas. Ini menjadi masalah besar saat ini dan waktu mendatang di Pelalawan,” kata Heru.

Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Saat peninjauan ke lapangan Bersama DPRD Pelalawan disepakati, bahwa solusi jangka pendek aalah membentuk Tim Penanganan Terpadu Gangguan Gajah Liar di sana. Tim tersebut dikoordinir oleh pemerintah daerah sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48 Tahun 2008. Draft surat keputusan sudah disusun dan disampaikan kepada Sekretaris Komisi DPR dan Bupati Pelalawan untuk proses lebih lanjut.

Sedangkan solusi jangka panjang adalah membangun dan memperbaiki kembali rumah gajah di TN Tesso Nilo. Upaya yang dilakukan adalah pemulihan ekosistem, rehabilitasi, penanaman, menghentikan penanaman sawit di TN Tesso Nilo, menghentikan perambahan, dan menyelamatkan hutan alam yang saat ini tersisa.

Baca Juga: Kata Ahli Kesehatan dan Hukum Islam Unair Soal Legalisasi Ganja Medis

Pelaksana Tugas (Plt) BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara menambahkan, perbaikan ekosistem sebagai habitat gajah tidak hanya di TN Tesso Nilo. Melainkan juga di areal-areal konsesi yang ada di sekitarnya, mengingat konflik gajah terjadi justru di luar kawasan konservasi.

“Kantong-kantong habitat gajah banyak yang beririsan dengan hutan produksi, sehingga perlu dibangun koridor yang menghubungkan areal konservasi atau lindung di dalam konsesi HTI maupun HGU perkebunan sawit sebagai kewajiban mereka,” papar Fifin dalam keteranagn tertulis tertanggal 17 Juli 2022.

Juga perlu didorong adanya regulasi di tingkat provinsi, baik melalui peraturan gubernur atau peraturan daerah. [WLC02]

Sumber: menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA RiauEksosistemgajah liarkonflik gajah liar dengan wargarumah gajahTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempa Banda di Provinsi Maluku, terjadi pada Senin, 18 Juli 2022, pukul 09.54 WIB. Foto bmkg.go.id

Gempa Terkini Terjadi di Pulau Banda dan Bayah Banten

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media