Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Konflik gajah liar dengan warga yang terus terjadi mendorong para stakeholder di Riau merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Senin, 18 Juli 2022
A A
Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tidak heran kalau gangguan gajah liar semakin meningkat dengan luas daerah gangguan yang meluas. Ini menjadi masalah besar saat ini dan waktu mendatang di Pelalawan,” kata Heru.

Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Saat peninjauan ke lapangan Bersama DPRD Pelalawan disepakati, bahwa solusi jangka pendek aalah membentuk Tim Penanganan Terpadu Gangguan Gajah Liar di sana. Tim tersebut dikoordinir oleh pemerintah daerah sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48 Tahun 2008. Draft surat keputusan sudah disusun dan disampaikan kepada Sekretaris Komisi DPR dan Bupati Pelalawan untuk proses lebih lanjut.

Sedangkan solusi jangka panjang adalah membangun dan memperbaiki kembali rumah gajah di TN Tesso Nilo. Upaya yang dilakukan adalah pemulihan ekosistem, rehabilitasi, penanaman, menghentikan penanaman sawit di TN Tesso Nilo, menghentikan perambahan, dan menyelamatkan hutan alam yang saat ini tersisa.

Baca Juga: Kata Ahli Kesehatan dan Hukum Islam Unair Soal Legalisasi Ganja Medis

Pelaksana Tugas (Plt) BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara menambahkan, perbaikan ekosistem sebagai habitat gajah tidak hanya di TN Tesso Nilo. Melainkan juga di areal-areal konsesi yang ada di sekitarnya, mengingat konflik gajah terjadi justru di luar kawasan konservasi.

“Kantong-kantong habitat gajah banyak yang beririsan dengan hutan produksi, sehingga perlu dibangun koridor yang menghubungkan areal konservasi atau lindung di dalam konsesi HTI maupun HGU perkebunan sawit sebagai kewajiban mereka,” papar Fifin dalam keteranagn tertulis tertanggal 17 Juli 2022.

Juga perlu didorong adanya regulasi di tingkat provinsi, baik melalui peraturan gubernur atau peraturan daerah. [WLC02]

Sumber: menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA RiauEksosistemgajah liarkonflik gajah liar dengan wargarumah gajahTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempa Banda di Provinsi Maluku, terjadi pada Senin, 18 Juli 2022, pukul 09.54 WIB. Foto bmkg.go.id

Gempa Terkini Terjadi di Pulau Banda dan Bayah Banten

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media