Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Konflik gajah liar dengan warga yang terus terjadi mendorong para stakeholder di Riau merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Senin, 18 Juli 2022
A A
Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya penanganan konflik gajah liar dengan warga oleh Balai Taman Nasional (TN) Tesso Nilo bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Yayasan TN Tesso Nilo mengalami kendala. Berupa kurang mendapat dukungan masyarakat setempat atau pemilik kebun.

“Dan lokasinya di daerah rawa. Dua kendala itu jadi masalah utama penanganan,” kata Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro dalam keteragan tertulis tertanggal 16 Juli 2022.

Upaya penanganan telah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Salah satu caranya adalah menggiring kelompok gajah yang terdiri dari tiga ekor, yakni dua gajah dewasa dan satu ekor anak gajah menuju habitatnya di lansekap Tesso Nilo.

Baca Juga: Memasang Jerat Berburu Satwa Liar Bisa Dipidana 5 Tahun Penjara

Menurut Heru, jika langkah penggiringan dalam waktu dekat tidak membuahkan hasil, maka akan dilakukan evakuasi. Upaya evakuasi akan dilakukan dengan analisis dan pertimbangan yang matang, termasuk tempat release agar proses evakuasi berjalan lancar dan sukses.

Ekosistem Gajah Liar Rusak

Gajah sumatera yang melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Foto ppid.menlhk.go.id.
Gajah sumatera yang melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Foto ppid.menlhk.go.id.

Sebelumnya, pada 15 Juli 2022, Tim Operasi Penanganan Konflik Gajah melakukan penyisiran terhadap keberadaan gajah liar yang berada di areal perkebunan sawit masyarakat di Dusun Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tim bersama dengan Camat Pangkalan Kerinci, beserta lurah dan perangkat desa setempat melakukan pemantauan terhadap kebun sawit masyarakat yang dirusak gajah liar di sekitar Dusun Rantau Baru. Selanjutnya tim bergerak ke arah hulu sungai dimana sudah ada anggota tim bersama masyarakat yang memantau keberadaan gajah liar yang menurut informasi warga berjumlah tiga ekor.

Hasil pantau tim operasi di lapangan ditemukan jejak gajah liar, tempat mandi atau istirahat, dan bekas tanaman sawit yang dimakan gajah liar. Berdasarkan analisa tim mahot gajah TN Tesso Nilo, jejak gajah yang ditemukan masih baru dan diperkirakan gajah liar tersebut lewat sehari sebelumnya, yakni pada 14 Juli 2022. Gangguan gajah liar tersebut, menurut laporan yang diterima Heru sudah ada sebelum maupun setelah ada LSM yang menanganinya.

Baca Juga: Gempadewa Tolak Pengukuran Lahan Tahap 2 di Wadas

“Kami bersama BKKSDA Riau telah diundang beberapa kali oleh Komisi II DPRD Pelalawan untuk mencari solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” papar Heru.

Berdasarkan data yang ada, populasi gajah liar diperkirakan berjumlah 100-150 ekor. Sedangkan rumah bagi gajah yang sudah dialokasikan oleh pemerintah berupa lahan seluas sekitar 81 ribu hektare di TN Tesso Nilo ternyata mengalami kerusakan yang cukup masif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA RiauEksosistemgajah liarkonflik gajah liar dengan wargarumah gajahTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempa Banda di Provinsi Maluku, terjadi pada Senin, 18 Juli 2022, pukul 09.54 WIB. Foto bmkg.go.id

Gempa Terkini Terjadi di Pulau Banda dan Bayah Banten

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media