Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Produksi Garam dari Limbah Botol Plastik Atasi Dampak Perubahan Iklim di Pantura

Pembangunan Resalt House dilatarbelakangi kondisi petani garam Pantai Utara Jawa (Pantura) yang semakin terdampak banjir rob akibat perubahan iklim.

Minggu, 31 Agustus 2025
A A
Tim Pengabdian Masyarakat Result House bersama KUD Mina Jaka Bhakti, dan Karang Taruna Desa Bungko Lor berfoto bersama setelah peresmian Result House di Desa Bungko Lor, Cirebon, 6 Juli 2025. Foto Tim Result House.

Tim Pengabdian Masyarakat Result House bersama KUD Mina Jaka Bhakti, dan Karang Taruna Desa Bungko Lor berfoto bersama setelah peresmian Result House di Desa Bungko Lor, Cirebon, 6 Juli 2025. Foto Tim Result House.

Share on FacebookShare on Twitter

Di dalam Resalt House terdapat tiga rak susun tempat pembuatan garam. Dengan desain tertutup, produksi garam tidak lagi terganggu hujan maupun banjir rob. Diharapkan hasil produksi lebih stabil dan efisien.

Baca juga: Wisata Arung Jeram Perlu Penguatan Keselamatan dan Keamanan

“Teknologi sederhana ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas garam dengan biaya yang terjangkau,” ujar Qonitah, mahasiswa Oseanografi ITB yang terlibat dalam proyek ini.

Pembangunan Resalt House melibatkan tenaga tukang dari warga setempat dan berlangsung dari 31 Mei hingga 6 Juli 2025. Setelah peresmian, tim akan melakukan pemantauan terhadap produktivitas garam yang dihasilkan. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ITBlimbah botol plastikPantai Utara Jawaproduksi garamResalt House

Editor

Next Post
Ilustrasi kelekak, kearifan lokal di Bangka Belitung. Foto Pezibear/pixabay.com.

Kearifan Lokal Kelekak, Siapa Menebang Pohon Wajib Menanam Kembali

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media