Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sama-sama Menyengat, Lebah adalah Herbivor dan Tawon adalah Predator

Tawon dan lebah madu Apis cerana dapat ditemukan di perkampungan dan kebun dengan pohon yang bervariasi sebagai sumber pakan.

Rabu, 27 Agustus 2025
A A
Tawon (kiri) dan lebah. Foto freepik/IPB University.

Tawon (kiri) dan lebah. Foto freepik/IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tawon dan lebah sama-sama serangga yang menggunakan senjata berupa sengatan. Dalam keadaan terganggu, keduanya akan menyengat sebagai bentuk pertahanan diri.

Namun tawon jauh lebih berbahaya bagi manusia dibandingkan lebah karena kemampuan menyengatnya itu mematikan. Satu individu tawon mampu menyengat berkali-kali dengan racun yang lebih kuat, sementara lebah hanya bisa menyengat sekali saja.

“Dan sengat tawon tidak lepas dari tubuhnya setelah menyengat,” kata pakar dari Departemen Biologi IPB University, Prof, Tri Atmowidi di Kampus IPB Dramaga, Bogor, 25 Agustus 2025.

Baca juga: Peluncuran Naskah Akademik RUU Keadilan Iklim, Politisi Janjikan Masuk Prolegnas 2026

Berbeda dengan lebah yang sengatnya akan menempel pada bagian yang disengat dan lepas dari tubuh lebah. Dengan demikian, satu individu lebah hanya bisa menyengat satu kali.

Meski venom lebah dilaporkan lebih banyak dibandingkan tawon, venom tawon lebih kuat dan bisa diinjeksikan berkali-kali.

“Sengatan tawon Vespa dapat menyebabkan reaksi toksik yang serius pada manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian,” tegas Tri.

Baca juga: Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea

Perbedaan fisik

Tri menjelaskan cara mudah membedakan kedua serangga ini secara visual. Secara taksonomi, lebah (bees) termasuk dalam kelompok Apiformes, sedangkan tawon (wasps) termasuk dalam Spheciformes.

Sementara secara morfologi, keduanya mudah dibedakan. Lebah mempunyai tubuh yang sangat berambut, termasuk tungkainya, sedangkan tawon cenderung lebih sedikit rambut.

Dari segi warna, lebah bervariasi seperti coklat, hitam, dan beberapa dengan belang di bagian perut (abdomen). Tawon umumnya berwarna coklat dengan variasi belang pada abdomennya.

Baca juga: ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim

Lebah memiliki ratusan spesies. Contoh yang umum adalah lebah madu (Apis cerana dan Apis mellifera) serta lebah tanpa sengat (stingless bees, klanceng, teuweul) yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Sementara contoh tawon adalah tawon vespa (Vespa velutina, Vespa affinis).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Biologi IPB Universityherbivorlebahpredatortawon

Editor

Next Post
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, 25 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.

Jatam Menduga Badan Industri Mineral untuk Memfasilitasi Pengusaha Tambang Rakus

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media