Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satwa Langka Kucing Merah Kalimantan dan Otter Civet Muncul Kembali

Kemunculan kembali spesies-spesies langka ini tak lepas dari kemajuan teknologi seperti camera trap dan drone.

Selasa, 24 Juni 2025
A A
Otter atau berang-berang. Foto KnipsKaline/pixabay.

Otter atau berang-berang. Foto KnipsKaline/pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti IPB University kembali mencatat kemunculan dua satwa langka yang sebelumnya sempat menghilang selama bertahun-tahun. Selain kemunculan kembali kucing merah Kalimantan (Catopuma badia), tim peneliti juga berhasil merekam otter civet atau musang air yang terakhir terlihat melalui bukti foto pada 2009 di hutan rawa gambut Sebangau dan 2023 di Bentang Alam Rungan–Kahayan.

Otter civet merupakan spesies mamalia karnivora yang tergolong langka. International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan hewan ini sebagai spesies yang terancam punah.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) IPB University, Dede Aulia Rahman mengungkapkan bahwa kemunculan kembali spesies-spesies langka ini tak lepas dari kemajuan teknologi seperti camera trap dan drone. Teknologi tersebut mempermudah proses deteksi dan pemantauan satwa yang sebelumnya sulit dilakukan melalui pengamatan lapangan secara langsung mengandalkan deteksi mata manusia.

Baca juga: Nasib Pulau-Pulau Kecil di Indonesia: Diperebutkan, Dieksploitasi, Ditelantarkan, Diperjualbelikan

Lebih lanjut Dede menyoroti kemunculan kembali beberapa spesies langka ini dimungkinkan karena beberapa faktor lain seperti kombinasi spesies langka yang memiliki perilaku sulit dipahami, distribusi yang tidak merata, kepadatan populasi yang rendah, termasuk juga kurangnya kegiatan inventaris atau monitoring biodiversitas secara rutin.

“Dahulu, sebelum ada teknologi seperti sekarang, kegiatan monitoring sangat terbatas. Bisa jadi, spesies seperti kucing merah Kalimantan dan otter civet ada tapi tidak terpantau, mengingat satwa-satwa ini memiliki morfologi yang tersamarkan di habitatnya dan cenderung pemalu dan sensitif terhadap keberadaan manusia,” tutur dia.

Kucing merah Kalimantan sendiri merupakan spesies kucing liar endemik yang tergolong langka secara internasional. Jejaknya terakhir kali terdokumentasi secara meyakinkan pada tahun 2022 di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Jual Beli Pulau, Anggota DPR Desak Empat Kementerian Lakukan Lima Tindakan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IPB Universitykucing merah Kalimantanotter civetsatwa langka

Editor

Next Post
Proses evakuasi wisatawan asal Brazil, Juliana Marins dengan tali lifting, 24 Juni 2025. Foto Basarnas.

Jenazah Wisatawan Brazil Telah Dievakuasi dari Danau Segara Anak Gunung Rinjani

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media