Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satwa Langka Kucing Merah Kalimantan dan Otter Civet Muncul Kembali

Kemunculan kembali spesies-spesies langka ini tak lepas dari kemajuan teknologi seperti camera trap dan drone.

Selasa, 24 Juni 2025
A A
Otter atau berang-berang. Foto KnipsKaline/pixabay.

Otter atau berang-berang. Foto KnipsKaline/pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam penelitian kolaborasi, Dede dengan University of British Columbia, dan Borneo Orangutan Survival Foundation, tim peneliti juga menemukan variasi warna yang belum pernah tercatat sebelumnya. Bahwa individu kucing merah ditemukan dengan beberapa variasi warna, yaitu warna abu-abu dan hitam, berbeda dari warna merah khas yang selama ini dikenal.

“Temuan ini telah kami publikasikan jurnal Cat News, termasuk sedang dalam proses publikasi pada jurnal internasional bereputasi lainnya,” kata Dede.

Selain spesies otter civet yang sempat hilang selama lebih dari satu dekade, penemuan lain sebelumnya juga mencatat kemunculan kembali kelinci belang Sumatera (Nesolagus netscheri). Pertama kali terdeteksi kembali pada tahun 1972 melalui camera trap, dan terdokumentasi kembali pada tahun 1998 dan di periode 2008–2010.

Baca juga: Komisi XII DPR Sidak ke Belawan, Temukan Industri Buang Limbah ke Laut hingga Timbun Limbah di Rawa

Ia menekankan pentingnya upaya dan aksi konservasi dan peran semua pihak, bukan hanya pemerintah, peneliti dan penggiat. Mengingat Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, setelah Brasil dan Kongo.

“Kita sebagai warga negara Indonesia secara khusus memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian satwa liar asli Indonesia,” tegas Dede.

Selain itu, upaya konservasi terbaik untuk menjaga kelestarian tumbuhan dan satwa liar adalah menjaga habitat alaminya. Bahwa kita perlu menjaga habitat berbagai tumbuhan dan satwa langka dan mencegah habitat-habitat tersebut rusak. Langkah lain, adalah melakukan upaya konservasi eks-situ, seperti penangkaran untuk spesies-spesies langka, seperti yang dilakukan pada upaya pelestarian badak Sumatera. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPB Universitykucing merah Kalimantanotter civetsatwa langka

Editor

Next Post
Proses evakuasi wisatawan asal Brazil, Juliana Marins dengan tali lifting, 24 Juni 2025. Foto Basarnas.

Jenazah Wisatawan Brazil Telah Dievakuasi dari Danau Segara Anak Gunung Rinjani

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media