Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Serba Serbi Diskusi Pertambangan di Kampus Ganesha

Minggu, 28 Juli 2024
A A
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara. Foto esdm.go.id.

Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam konteks Indonesia, Sukhyar melihat negara ini memiliki kekayaan mineral yang melimpah, tetapi masih terjebak dalam pola ekstraksi dan ekspor bahan mentah. Data ekspor nikel, tembaga, dan timah menunjukkan angka yang sangat tinggi dibandingkan pemanfaatannya dalam negeri. Menurut dia, perlu transformasi menuju industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca Juga; Sri Endah, RUU Masyarakat Adat Terlantar karena Pemerintah Tak Paham Konsep

“Salah satu tantangan utama hilirisasi adalah keterbatasan infrastruktur dan teknologi. Kita harus mengembangkan teknologi sendiri untuk mengolah mineral menjadi produk yang bernilai tambah,” kata Sukhyar dalam Seminar Jumat (Semat) edisi Kopi Sore Alumni (Spesial GEA 1973) bertema “Serba-serbi Dunia Tambang Indonesia” di Kampus Ganesha itu pada 31 Mei 2024.

Ia menyoroti pentingnya tata kelola pertambangan yang baik untuk memastikan keberlanjutan industri.

“Governance merupakan kunci. Kami harus memastikan kegiatan pertambangan dilakukan secara bertanggung jawab, sesuai dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan,” tutur dia.

Baca Juga; Tiga Kali Gempa Kuningan adalah Satu Rangkaian Sesar Ciremai

Ia memberikan beberapa rekomendasi untuk pengembangan sektor pertambangan Indonesia, seperti meningkatkan kapabilitas teknologi, mengembangkan industri hilir, dan menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.

“Kami harus berani berubah dan menjadikan kekayaan mineral sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh dia.

Konsep ESG dalam Pertambangan

Dalam acara berbeda, General Manager Operasional PT Agincourt Resources (GMO PTAR), Rahmat Lubis mempunyai pandangan mengenai kegiatan pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya pada Martabe Gold Project.

Baca Juga; UU Masyarakat Adat adalah Janji Pilpres 2014 yang Belum Dipenuhi

“Urgensi pertambangan yang berkelanjutan adalah salah satu tantangan bagi lulusan Teknik Pertambangan saat ini,” kata Rahmat dalam kuliah umum Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Institut Teknologi Bandung (ITB) bertema “Pertambangan yang Berkelanjutan” di Gedung Kuliah Umum Timur (GKUT), ITB Kampus Ganesha pada tanggal 8 Maret 2024.

Rahmat Lubis membahas konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pedoman yang wajib dimiliki perusahaan, khususnya perusahaan tambang di Indonesia, agar dapat mencapai tujuan pertambangan yang berkelanjutan. ESG dijadikan tolok ukur dalam menilai dampak sosial dan keberlanjutan dari sebuah perusahaan.

Kriteria ESG terdiri atas kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang berkaitan dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Seluruhnya berdampak positif pada peningkatan reputasi dan nilai perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: CSRITBKampus Ganeshakonsep ESGpertambang berkelanjutan

Editor

Next Post
Salah satu prosesi adat Erau di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Ruang Hidup dan Tradisi Leluhur Masyarakat Adat Tua di Kutai Kertanegara Terancam Perkebunan Sawit

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media