Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Seruan Aksi Iklim di 35 Kota di Indonesia dan 97 Negara Jelang KTT Iklim Brasil

Kamis, 18 September 2025
A A
Aksi Draw the Line di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, 13 September 2025. Foto Hooma Creative/350.org

Aksi Draw the Line di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, 13 September 2025. Foto Hooma Creative/350.org

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Para advokat iklim yang dipimpin 350.org Indonesia dan organisasi mitranya hari ini mengumumkan bahwa 36 aksi di 35 kota dan provinsi di seluruh Indonesia akan diadakan sebagai bagian dari Draw The Line, sebuah mobilisasi global lebih dari 97 negara untuk menyerukan aksi iklim yang mendesak, tegas, dan nyata.

Aksi tersebut bertepatan dengan momentum para pemimpin dunia akan bertemu di Sidang Umum PBB di New York pada September ini. Enam pekan kemudian, mereka akan bertemu lagi di Brasil untuk menghadiri KTT Iklim PBB (COP30). Di tengah kemunduran komitmen iklim oleh negara-negara kaya dan pencemar besar yang dipimpin AS, komunitas di seluruh Indonesia akan menarik garis dan menuntut mereka untuk mendanai masa depan kita, bukan krisis iklim.

Pada 19 September, para aktivis iklim di Jakarta akan berparade ke Istana Negara untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan target iklim yang ambisius, mengenakan pajak kepada miliarder dan pencemar, serta memberantas korupsi untuk mendanai masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Atasi Banjir Bandang dengan Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan

Prabowo dijadwalkan hadir di Sidang Umum PBB minggu depan, yang pertama bagi seorang pemimpin Indonesia dalam satu dekade. Indonesia juga diperkirakan akan menyerahkan Kontribusi Nasional Kedua (Nationally Determined Contribution) bulan ini yang akan menetapkan target pengurangan emisi dan rencana aksi iklim negara.

“Kami tegaskan kepada oligarki dan pencemar yang telah memerintah negara ini terlalu lama, mengambil uang publik yang seharusnya digunakan untuk aksi iklim, dan merusak sumber daya alam yang seharusnya dilestarikan untuk generasi mendatang. Kami membutuhkan tindakan nyata. Kami mendesak Presiden Prabowo untuk merefleksikan dalam NDC Indonesia pernyataan sebelumnya untuk beralih ke 100% energi terbarukan dalam 10 tahun dan menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara,” tegas Ketua Tim 350.org Indonesia, Sisilia Nurmala Dewi dalam siaran tertulis, Kamis, 18 September 2025.

Draw the Line Indonesia dimulai Sabtu lalu di Jogja. Para aktivis iklim menelusuri Sumbu Imajiner dan Filosofis, dari Merapi – Tugu – Alun-alun Utara – Keraton – Alun-alun Selatan – Panggung Krapyak – Pantai Parangtritis. Sumbu ini menekankan hubungan manusia dengan bumi, yang memiliki semangat sama dengan gerakan Draw the Line.

Baca juga: Komisi III DPR Desak Penegak Hukum Usut Aktor Besar Tambang Ilegal di Manokwari

Pekan ini, aksi akan diadakan di kota-kota di Indonesia lainnya seperti Bali, Aceh, Jayapura, Mataram, Makassar, Bululumba, Cirebon, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Palangkaraya, Solo, Kapuas, Semarang, Padang, Ambon, Bandung, Medan, Lombok Timur, dan lainnya. Aksi-aksi ini meliputi Festival Seni Iklim, pertemuan lintas agama, long march, aksi berdiri bersama, aksi rantai manusia, diskusi sekolah, dan pertunjukan seni.

Sejumlah seruan dan pernyataan disampaikan para aktivis iklim dari berbagai daerah di Indonesia.

Arami Kasih, kurator seni, Climate Rangers Jogja:

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 350 IndonesiaAksi IklimCOP 30Draw the LineKTT Iklim

Editor

Next Post
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil menolak proyek geothermal di Forum IIGCE 2025 di Jakarta, 17 September 2025. Foto Dok. Jatam.

Masyarakat Sipil Nilai IIGCE 2025 Merampas Ruang Hidup Lewat Proyek Panas Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media