Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Shelter Bambu Buatan ITB Tidak Panas Meski Beratap Terpal, Ini Rahasianya

Dosen SAPPK ITB merancang shelter dari material bambu untuk para penyintas gempa Cianjur. Satu shelter bisa dibuat hanya dalam waktu satu jam dan memuat banyak orang.

Selasa, 6 Desember 2022
A A
Shelter bambu desain Dosen ITB yang nyaman ditempati banyak orang meskipun beratap terpal. Foto itb.ac.id.

Shelter bambu desain Dosen ITB yang nyaman ditempati banyak orang meskipun beratap terpal. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Kisah Penyintas Gempa Cianjur yang Tak ‘Menyerah’

Pemilihan material bambu juga bukan tanpa alasan. Kemudahan akses, ketersediaan melimpah, dan harga murah menjadi alasan kuat penggunaan bambu untuk shelter di Cianjur. Material bambu juga punya kekuatan internal.

“Sejak dulu, bambu sudah dikenal merupakan material semi-permanen temporer yang amat baik,” jelas Dosen Program Studi Arsitektur yang dikenal sebagai ahli struktur bambu itu.

Ia membuat inovasi shelter bambu berdasarkan pengalaman shelter gempa yang sudah dikerjakan sebelumnya.

“Sebelumnya, saya sudah memiliki model-model struktural yang siap pakai. Saya dan tim banyak mengambil dari kasus-kasus shelter gempa sebelumnya, seperti di Palu dan Lombok,” jelas Andry.

Lantaran perbedaan lokasi, masalah baru pun ditemui sehingga desain yang sudah sempat dibangun di kota-kota tersebut tidak dapat sebatas di copy-paste.

Baca Juga: Komnas HAM akan Bentuk Tim Ad Hoc untuk Selidiki Lagi Kasus Kekerasan di Wadas

“Ternyata kekuatan angin di Cianjur berbeda dengan Lombok maupun Palu. Harus ada adaptasi desain agar dapat membangun struktur serupa,” ujar Andry.

Ia dan tim mengaku senang dengan antusiasme masyarakat sekitar dan anggota ZENI yang ikut membantu di lokasi. Banyak yang mengambil foto dan ingin mempelajari cara membuatnya dengan tujuan direplikasi di berbagai tempat lain.

Ke depan, Andry dan tim berencana pengadaan workshop shelter bambu tersebut kepada tim-tim penyelamatan agar ilmu tersebut dapat disebarluaskan untuk membantu yang membutuhkan. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gempa CianjurITBmaterial semi permanenshelter bambuteknik pasang mur bautteknik pemasanganworkshop shelter bambu

Editor

Next Post
Gempa dangkal Jember, Jawa Timur, magnitudo 6,2 terjadi pada Selasa, 6 Desember 2022, pukul 13.07 WIB. Foto Google Earth, episenter gempa berdasarkan titik koordinat hasil analisis BMKG.

Sumber Gempa Dangkal Jember M6,2 di Luar Zona Subduksi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media