Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sinergi Tradisi dan Sains Jadi Solusi Mitigasi Bencana di Indonesia

Kamis, 6 November 2025
A A
Dampak smong atau tsunami di Aceh tahun 2004. Foto aceh.kemenag.go.id.

Dampak smong atau tsunami di Aceh tahun 2004. Foto aceh.kemenag.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong agar dikotomi antara tradisi dan sains diakhiri. Sebab ilmu pengetahuan modern dan kearifan tradisional justru bisa bersinergi dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia.

Kolaborasi dua pendekatan ini dinilai menjadi langkah penting agar strategi pengurangan risiko bencana tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berakar kuat pada konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Keduanya bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling mengisi. Ketika para peneliti duduk bersama dan membuka diri, maka lahirlah pemahaman yang lebih utuh tentang fenomena bencana,” ujar Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara dalam webinar bertema “Mitigasi Bencana antara Tradisi dan Sains”, di Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.

Baca juga: Kementerian PU Alokasikan Rp351,8 Miliar untuk Tanggap Darurat Bencana 2025

Pendekatan kolaboratif harus menjadi fondasi riset-riset BRIN ke depan, khususnya dalam bidang ekologi dan mitigasi bencana. Ia mencontohkan pengalamannya melakukan riset bersama ahli geoteknologi untuk menelusuri fenomena smong di Aceh. Dalam riset itu, tradisi lisan masyarakat menjadi pintu masuk memahami sejarah tsunami, sementara sains membantu menjelaskan secara geologis mekanisme kejadiannya.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan laboratorium dan data satelit, tanpa memahami narasi masyarakat yang hidup berdampingan dengan risiko,” tutur dia.

Kepala Pusat Riset MLTL, Sastri Sunarti menilai, integrasi antara sains dan tradisi menjadi ciri khas riset kebencanaan di Indonesia yang kaya akan budaya dan sejarah lokal. Salah satu isu aktual terkait potensi gempa besar di kawasan Mentawai dan pesisir Sumatera.

Baca juga: Atasi Ketergantungan Pangan, Komisi IV Minta Sagu Kembali Jadi Makanan Pokok Papua

“Informasi seperti ini sering menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, dengan edukasi berbasis tradisi dan sains, kami dapat membangun ketenangan sekaligus kesiapsiagaan,” imbuh dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINKearifan Lokalmitigasi bencanaSMONGtradisi dan sainstsunami Aceh

Editor

Next Post
Ilustrasi pengolahan limbah cair dari perusahaan. Foto synergylab.or.id.

Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Usaha Diatur Terpisah

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media