Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Siti Rokhmawati, Bumi Sudah Sangat Tua Perlu Gerakan Jaga Bumi

Seharusnya, peringatan Hari Bumi tak lagi sekadar selebrasi. Tapi gerakan nyata untuk mencegah kerusakan Bumi.

Senin, 22 April 2024
A A
Pakar Lingkungan Unair, Siti Rokhmawati Susanto. Foto Dok. Fisip Unair.

Pakar Lingkungan Unair, Siti Rokhmawati Susanto. Foto Dok. Fisip Unair.

Share on FacebookShare on Twitter

Selanjutnya, keserakahan manusia inilah yang memberikan dampak buruk bagi bumi dan alam di dalamnya. Eksploitasi berlebihan dalam rangka pemenuhan kepuasan manusia menjadi sumber dari segala permasalahan bagi bumi.

Tata kelola negara memiliki peran terpenting dalam menjaga kelestarian bumi. Tak luput pula, dukungan dari masyarakat sipil, perusahaan nasional, perusahaan internasional dan tatanan lain yang saling bersinergi.

“Negara memiliki otoritas untuk mengontrol mereka yang memanfaatkan bumi. Otoritas negara bisa menentukan dan menjamin keamanan ekologis yang ada di negara tersebut. Setelah otoritas negara menjadi kuat, aktor-aktor pendukung lainnya akan berkolaborasi bersama menjaga bumi,” ujar dia.

Baca Juga: Fokus Penanggulangan Erupsi Gunung Ruang 8000 Warga Mengungsi

Ia mencontohkan keserakahan manusia terhadap alam terkait kasus mega korupsi timah yang baru-baru ini terjadi.

“Salah satu kasus yang membuktikan keserakahan manusia ya yang 271T kemarin itu. Otoritas negara tidak kuat dalam melawan kekuatan uang yang akhirnya juga merugikan lingkungan. Jadi apapun posisi dan kemampuan kita, harus berkontribusi terhadap pelestarian bumi. Sekali lagi, bumi hanya ada satu,” ucap Siti. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fisip UnairHari Bumi Seduniakerusakan bumimenjaga bumiSiti Rokhmawati Susanto

Editor

Next Post
Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Hari Bumi 2024, Walhi Papua Serukan Bahaya Kerusakan Alam Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media