Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Gunung Ijen Meningkat, Waspada Gas Beracun dan Letusan Freatik

Sabtu, 13 Juli 2024
A A
Kondisi Gunung Ijen usai berstatus waspada, 13 Juli 2024 pagi. Foto Magma Indonesia.

Kondisi Gunung Ijen usai berstatus waspada, 13 Juli 2024 pagi. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status Gunung Ijen dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) per 12 Juli 2024 pukul 22.00 WIB. Masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait diminta untuk mewaspadai potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya.

“Kenaikan status berdasarkan hasil evaluasi sampai dengan 12 Juli 2024,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, di Bandung, Jumat, 12 Juli 2024.

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik Gunung Ijen saat ini adalah gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah yang berasal dari aktivitas solfatar di dinding kawah Ijen. Juga difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan dan letusan freatik berupa semburan gas dari danau kawah.

Baca Juga: Emi Sukiyah, Pesona Jawa Barat Bagian Selatan Menyimpan Potensi Bencana

“Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan,” jelas Wafid.

Peningkatan aktivitas di Kawah Ijen seringkali ditandai perubahan warna air danau kawah dari hijau menjadi hijau keputih-putihanan. Sebab endapan dari dasar danau naik ke permukaan akibat tekanan gas yang kuat dari dasar danau.

Suhu air kawah Ijen juga akan meningkat seiring peningkatan tekanan (konsentrasi) gas yang keluar dari dasar danau. Dalam kondisi peningkatan aktivitas Kawah Ijen, biasanya gelembung-gelembung gas dipermukaan air kawah akan muncul.

Baca Juga: Empat Kali Bayi Orangutan Tanpa Induk Kembali Diselamatkan di Melawi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung Ijenkawah Ijenletusan freatikPVMBG Badan Geologistatus Waspada

Editor

Next Post
Salah satu proses pengelolaan sampah di ITB secara mandiri. Foto ITB.

Belajar dari ITB Kelola Sampah Dapur hingga Limbah B3 secara Mandiri

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media