Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Gunung Semeru Turun ke Level Siaga

Jumat, 9 Desember 2022
A A
Erupsi Gunung Semeru hari Sabtu, 10 Desember 2022, pukul 06:53 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 700 meter di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Foto magma.esdm.go.id.

Erupsi Gunung Semeru hari Sabtu, 10 Desember 2022, pukul 06:53 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 700 meter di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Foto magma.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Status gunung api Semeru telah diturunkan dari Level IV (AWAS) menjadi Level III (SIAGA) terhitung sejak tanggal 9 Desember 2022 pukul 12.00 WIB. Penurunan status dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral usai gunung api tersebut meletus pada 4 Desember 2022 lalu.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, penurunan status tetap mempertimbangkan karakteristik erupsi Semeru, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan visual dan kegempaan.

“Tingkat aktivitas Semeru akan ditinjau kembali apabila terdapat kemunculan gempa-gempa vulkanik dan deformasi,” kata Wafid, 9 Desember 2022.

Baca Juga: Dana Perbaikan Rumah Dampak Gempa Cianjur Diterima 647 Warga Nagrak

Gempa-gempa tersebut berkaitan dengan proses supply magma ke permukaan (Gempa Low Frequency, Tremor, Tiltmeter dan GPS) dalam kecenderungan yang signifikan.

Meskipun status Semeru telah turun, PVMBG meminta masyarakat untuk tetap mematuhi langkah-langkah mitigasi. Pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dan Kali Lanang sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi) dan di luar jarak tersebut. Kedua, tidak beraktivitas di sungai dan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

“Sebab berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” kata Wafid.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung SemeruKabupaten LumajangKabupaten MalangKementerian ESDMlevel AWASlevel SIAGAPos Pengamatan GunungapiPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama timnya di lokasi sesar baru Cugenang. Foto InfoHumasBMKG/Twitter

Terungkap, Gempa Cianjur Dipicu Sesar Baru Cugenang yang Melewati Sembilan Desa

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media